Logo Header Antaranews Kepri

30 Warga Karimun Melek Aksara Dilatih Menjahit

Sabtu, 1 Oktober 2011 19:42 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA News) - Sebanyak 30 warga Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, yang telah mengantongi surat keterangan melek aksara atau lulus program keaksaraan fungsional mendapatkan pelatihan keterampilan menjahit.

'Pelatihan menjahit merupakan kelanjutan dari program keaksaraan fungsional (KF), khususnya bagi warga belajar yang mendapatkan surat keterangan melek aksara," kata Ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sinar Bangsa Nimas Novi Ujiani di sela pembukaan pelatihan di Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral, Sabtu.

Ia mengatakan, 30 warga yang berasal dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Sinar Bangsa itu akan dilatih mulai dari membuat pola hingga mampu menjahit baju selama tiga bulan ke depan.

Menurut Novi, pelatihan menjahit merupakan kelanjutan dari program KF yang dikenal dengan program keaksaraan umum mandiri (KUM).

"Pelatihan ini gratis, segala peralatan termasuk mesin jahit sudah kami sediakan. Pembiayaannya berasal dari dana 'blockgrant' pemerintah pusat yang dialokasikan melalui pemerintah provinsi,'' ucapnya.

Seluruh peserta berasal dari kaum perempuan dengan usia rata-rata di atas 30 tahun. Sebagian di antara mereka merupakan warga Suku Akit yang tinggal di Teluk Setimbul, Pasir Panjang.

''Peserta program KF PKBM Sinar Bangsa mencapai 150 orang. Namun, yang bisa mengikuti program ini hanya 30 orang karena kuotanya dibatasi sesuai alokasi anggaran, per orang sebesar Rp350.000,'' tuturnya.

Dia berharap warga dapat mengikuti pelatihan dengan baik sehingga bisa menjadi bekal untuk menambah penghasilan dan mengangkat perekonomian keluarga.

"Ini merupakan stimulans bagi warga yang mau belajar membaca Waktu pelatihan akan diatur sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu pekerjaan warga belajar, apalagi beberapa peserta bekerja sebagai nelayan,'' ucapnya.

Kepala Seksi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan Karimun Siti Muawanah mengatakan, keberadaan PKBM sebagai lembaga nonformal penting dalam membantu pemerintah untuk memberantas buta huruf.

"Pemberantasan buta huruf tidak hanya sekadar mengajar warga agar bisa membaca, tetapi dilanjutkan dengan pemberian keterampilan sehingga ilmu yang mereka peroleh tidak sia-sia,'' katanya.

Dia menuturkan, program pengentasan buta huruf yang dianggarkan melalui dana ''blockgrant'' terdiri atas beberapa tahap yaitu program KF, program KUM, dan program pendidikan kesetaraan atau Paket A.

''Belajar tidak mengenal usia dan waktu. Kami mengapresiasi semangat kaum ibu yang tinggi dalam mengikuti program ini,'' katanya.

Di Kabupaten Karimun, lanjut Siti, program KF untuk warga buta huruf diselenggarakan di tiga kecamatan yaitu pada PKBM Sinar Bangsa dengan jumlah warga belajar sekitar 150 orang, PKBM Bakti Negeri di Pulau Kundur dan PKBM Moro Mandiri di Moro dengan jumlah warga belajar masing-masing lebih dari 100 orang.

''Umumnya warga yang belajar membaca berasal dari kalangan nelayan yang tinggal di daerah pesisir dan pulau-pulau kecil,'' ucapnya.

(RD/N002)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026