
Pemkot Batam Kerja sama Batik dengan Yogyakarta

Batam (ANTARA Kepri) - Pemerintah Kota Batam menjalin kerja sama pengembangan kerajinan batik dengan Balai Besar Batik Yogyakarta.
"Kerja sama akan dituangkan dalam nota kesepahaman dengan Balai Besar," kata Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Energi dan Sumber Daya Mineral Kota Batam Ahmad Hijazi, Rabu.
Pemerintah Kota Batam, kata dia, mendorong pengembangan industri batik untuk mendukung penetapan sebagai Pusat Promosi Batik ASEAN.
Sebenarnya, kata dia, Pemkot Batam telah menjalin kerja sama pelatihan membatik dengan BBBY sejak awal.
"Bahkan alat membatik dan kainnya didatangkan dari sana," kata Kepala Dinas.
MoU, kata dia, sebagai peresmian atas kerja sama yang telah dijalin dari awal pengembangan Batik Batam.
Nota kesepahaman dengan Balai Besar Batik Yogyakarta (BBBY) akan ditandatangani 2 Desember 2011, bertepatan dengan Pameran Batik ASEAN di Batam.
Mengenai isi nota kesepahaman, ia mengatakan masih akan disusun bersama pemerintah, BBBY dan Kamar Dagang dan Industri Daerah Kota Batam sebagai fasilitator.
Di tempat terpisah, Ketua Kadinda Kota Batam Nada Faza Soraya mengatakan MoU antara BBBY dengan Pemkot Batam untuk mendukung penetapan Batam sebagai pusat promosi batik ASEAN.
"Dengan MoU itu, nantinya akan ada pelatihan-pelatihan membatik oleh perajin BBBY di Batam," kata Nada.
Selain pelatihan membatik, Nada mengatakan akan diadakan juga pembelajaran pembuatan motif batik.
Menurut dia, membuat motif batik amat perlu, karena Batam harus memiliki motif batik tersendiri yang memiliki kekhasan daerah dan berbeda dengan kota lain di Indonesia.
Saat ini, perajin binaan pemerintah telah membuat desain batik khas Batam, yaitu gonggong dan barelang.
Ia mengatakan pengembangan motif batik tidak boleh berhenti pada gonggong dan jembatan barelang, melainkan harus ditambah lagi.
"Dengan MoU ini, maka akan ada pelatihan pembuatan motif, jadi kami akan kaya dengan motif," kata Nada.
(Y011/N005)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
