
Kebutuhan Hewan Kurban Batam Meningkat

Batam (ANTARA Kepri) - Permintaan kambing untuk keperluan Hari Raya Idul Adha 1432 Hijriyah/2011 di Kota Batam diperkirakan mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya.
Ketua Asosiasi Pengusaha Hewan Ternak Batam (APHTB), Kasdi, Kamis, mengatakan saat ini jumlah kambing yang telah masuk ke Batam mencapai 3.886 ekor hampir semuanya sudah dipesan, padahal kebutuhan tahun sebelumnya hanya 2.500 ekor.
"Kebutuhan tahun ini memang meningkat cukup tajam dari tahun sebelumnya. Kami memperkirakan mencapai 4.000 ekor," katanya.
Menurut informasi yang disampaikan anggota APHTB, lanjutnya, masih ada sebagian kambing dari Jawa dan Bali yang sedang dalam perjalanan menuju Batam dan akan tiba dalam dua hari ke depan.
"Kenaikan permintaan sudah terlihat dari banyaknya pesanan kambing sejak dua minggu lalu. Selain warga Batam, banyak juga pesanan warga Singapura yang sudah biasa berkurban di sini," ucapnya.
Kasdi mengatakan, untuk sapi hingga Kamis (3/11) belum ada peningkatan permintaan bila dibanding tahun lalu.
"Persediaan sapi 1.500 ekor, sama seperti tahun sebelumnya," kata dia.
Dinas Kelautan Perikanan Peternakan dan Kehutanan Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau menemukan belasan ekor kambing sakit dan tidak layak disembelih untuk ibadah Kurban saat melakukan pemeriksaan fisik pada 1-3 November 2011.
"Kami menemukan belasan kambing sakit dan tak layak disembelih saat Hari Raya Kurban nanti," kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Kelautan Perikanan Peternakan dan Kehutanan (KP2K) Kota Batam, Sri Yunelli.
Menurut dia, hewan yang sakit tersebut terlihat dari tubuh yang kurus, tidak banyak bergerak, tidak nafsu makan, mata berair, dan bulu yang tidak halus (berdiri).
"Kami tidak bisa memastikan hewan tersebut terserang penyakit cacing atau penyakit lain. Kemungkinan besar kambing tersebut masih stres setelah menempuh perjalanan dari Bali dan Jawa," kata dia.
Yunelli mengatakan, hampir seluruh kambing yang dijual di Batam menjelang Hari Raya Kurban didatangkan dari Bali dan Jawa.
"Kami meminta pada pedagang agar kambing-kambing tersebut dipisahkan dan tidak dijual. Kami juga telah memberi tanda khusus yang menyatakan kambing tersebut tidak layak-potong. Bagi para pembeli hendaknya lebih teliti dan memperhatikan secara seksama kondisi fisik hewan," katanya.
(pso-292/S025)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
