
Ayam Segar Turun Harga di Batam

Batam (ANTARA Kepri) - Harga ayam segar di beberapa pasar tradisional Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau turun dari Rp30 ribu menjadi Rp22 ribu per kilogram sejak beberapa hari terakhir.
Pedagang di Pasar Botania Batam, Rohimah, Jumat mengatakan, mengatakan penurunan harga ayam bertahap sejak akhir pekan lalu.
"Sejak Jumat pekan lalu harganya terus turun Rp2-3 ribu setiap dua hari. Sejak kemarin bertahan pada harga Rp22 ribu," kata dia.
Menurut dia, Hari Raya Kurban menjadi salah satu penyebab turunnya harga ayam di Batam.
"Hari Raya Kurban menyebabkan permintaan ayam berkurang dan harga turun," ucapnya.
Rohimah mengatakan, kemungkinan besar harga ayam akan kembali naik pada akhir November nanti.
Hal serupa juga dikatakan Muhajir, pedagang di Pasar Mega Legenda Batam Centre. Menurutnya penurunan harga ayam hanya bersifat sementara saja.
"Penurunan hanya terpengaruh kurangnya permintaan karena Hari Raya Kurban saja. Bila musim masih berubah-ubah seperti saat ini, bisa dipastikan harga ayam akan kembali melambung," ucapnya.
Musim yang berubah-ubah, menurutnya, akan mengakibatkan hasil panen peternak di kawasan Rempang dan Galang, Kota Batam berkurang.
"Cuaca sangat berpengaruh, jadi kemungkinan akan kembali naik," tambahnya.
Kepala Bidang Peternakan, Dinas Kelautan Perikanan Peternakan dan Kehutanan Kota Batam, Sri Yunelli mengatakan kebutuhan ayam di Kota Batam 70 persen dipenuhi oleh peternak di kawasan Rempang dan Galang, sedangkan sisanya dipenuhi ayam beku dari Jawa.
"Kami belum sepenuhnya bisa memenuhi kebutuhan dengan ayam segar yang dihasilkan peternak lokal Batam, karena cuaca di Batam sering berubah-ubah. Solusinya kami mendatangkan ayam bedu dari Jawa untuk mengantisipasi kelangkaan," ucapnya.
Upaya untuk meningkatkan peternak di Batam, kata dia, masih terkendala izin penggunaan lahan yang hingga kini belum jelas karena pada dasarnya Batam tidak diperuntukkan untuk peternakan.
"Alokasi lahan yang ada sangat minim," kata Yunelli.
(pso-292/B008)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
