Logo Header Antaranews Kepri

Massa Protes Pernyataan Anggota DPRD Batam

Selasa, 15 November 2011 15:25 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Batam menggelar unjuk rasa di depan kantor DPRD setempat sebagai bentuk protes atas pernyataan anggota dewan yang menyebut banyak pengusaha di daerah itu mengemplang pajak.

Koordinator aksi, Abdullah Yusuf di Batam, Kepulauan Riau, Selasa, menyebut pernyataan anggota DPRD tersebut telah membuat dunia usaha Batam kacau.

"Pernyataan itu sangat meresahkan dan tidak berdasar. Kalau punya bukti, lapor saja ke polisi. Jangan hanya berkomentar di media," kata Yusuf.

Dalam aksinya, pengunjuk rasa membawa sejumlah poster yang berisi hujatan pada Ricky Indrakari dan Aris Hardy Halim, dua politisi PKS yang dianggap menerima suap dan menjadi "mafia" anggaran di DPRD Kota Batam.

Dalam poster pengunjuk rasa, Ricky disebut menerima suap 200 ribu dolar Amerika dalam sejumlah proyek. Sedangkan dalam poster lain menyebut Aris Hardy Halim terlibat dalam mafia anggaran di DPRD Kota Batam dan dituding menjadi makelar proyek pemerintah.

Pengunjuk rasa juga mengusung beberapa poster ukuran besar dengan foto Aris Hardy Halim dan Ricky Indrakari dan melemparinya dengan telur busuk.

"Kekecewaan kami terhadap anggota dewan sudah memuncak," kata Yusuf.

Anggota DPRD Kota Batam, Aris Hardy Halim yang menemui pengunjuk rasa sempat naik pitam dan menantang pengunjuk rasa untuk membuktikan semua tudingan mereka.

Aris juga meminta polisi yang mengamankan aksi tersebut menangkap pengunjuk rasa yang dianggap mencemarkan nama baik.

"Saya tidak mau menerima aspirasi ini. Demo ini tidak ada substansinya. Bubarkan saja. Tangkap mereka (pengunjuk rasa) pak polisi," ucap Aris dengan nada tinggi.

Setelah sekitar 30 menit, massa akhirnya membubarkan diri setelah Wakil Ketua I DPRD Batam, Ruslan Kasbulatov, menemui pendemo dan berjanji akan membawa aspirasi tersebut ke rapat pimpinan dewan.

"Aspirasi yang kalian sudah kami terima dan sampaikan untuk dibawa ke pimpinan dewan," kata dia.

Sebelumnya, Aris Hardy Halim mengatakan, beberapa pengusaha di Batam mengemplang pajak. Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi tudingan pengusaha yang menilai dia sebagai mafia anggaran.

"Saya punya data juga. Ada pengusaha pengemplang pajak, menemui PLN dan lain-lain," kata Wakil Ketua DPRD Batam, Aris Hardi Halim di Batam.

Ia meminta pengusaha tidak asal berbicara di media, terkait tudingan dan ancaman pengusaha akan membuka data anggota DPRD yang bermain proyek APBD.

Bila pengusaha berbicara sembarangan, lalu dibalas DPRD dengan pemaparan "kesalahan" pengusaha, kata dia, maka Batam akan rusuh.

"Kami ingatkan, pengusaha jangan buat Batam rusuh," kata Aris.

(pso-292/S023)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026