
China protes kapal militer Jepang masuk Selat Taiwan

Beijing (ANTARA) - Pemerintah China menyatakan sangat berkeberatan atas masuknya kapal Pasukan Bela Diri (SDF) Maritim Jepang ke Selat Taiwan, Jumat (17/4), yang dinilai sebagai langkah provokatif dan memperuncing ketegangan bilateral.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun mengatakan militer China telah menangani pelayaran tersebut sesuai hukum dan peraturan yang berlaku. Ia menilai Jepang memperparah situasi dengan mengirimkan kapal untuk unjuk kekuatan dan secara sengaja memprovokasi China.
“Tindakan ini secara serius merusak fondasi politik hubungan China-Jepang serta mengancam kedaulatan dan keamanan China. China dengan tegas menentang hal tersebut dan telah menyampaikan protes keras kepada Jepang,” kata Guo dalam konferensi pers di Beijing.
Pelayaran ini merupakan yang pertama sejak Sanae Takaichi menjabat sebagai Perdana Menteri Jepang pada Oktober lalu. Langkah tersebut terjadi di tengah hubungan yang telah memanas sejak pernyataan Takaichi pada November 2025 mengenai kemungkinan krisis Taiwan.
Meski pemerintah Jepang belum secara resmi mengumumkan pelayaran itu, media Jepang menyebut langkah tersebut sebagai sinyal bahwa Tokyo perlu bersikap lebih tegas terhadap meningkatnya sikap agresif China.
Guo menegaskan bahwa isu Taiwan menyangkut kedaulatan dan keutuhan wilayah China serta menjadi fondasi politik hubungan China-Jepang. Ia menyebutnya sebagai garis merah yang tidak boleh dilanggar dan mendesak Jepang untuk berhati-hati dalam perkataan dan tindakan serta menghentikan langkah yang dinilai menyimpang.
“Ini adalah garis merah yang tidak boleh dilanggar. China mendesak Jepang untuk segera kembali ke jalur yang benar, berhati-hati dalam perkataan dan tindakan, serta menghentikan langkah yang semakin menjauh dari jalan yang benar,” ujarnya.
Menurut Guo, dalam beberapa tahun terakhir terjadi berbagai gangguan terhadap perwakilan China di Jepang, termasuk insiden serius seperti pembobolan kedutaan oleh seorang perwira aktif Pasukan Bela Diri yang membawa pisau. Ia menilai kejadian tersebut mencerminkan meningkatnya pengaruh kelompok sayap kanan di Jepang serta melemahnya suara yang objektif dan rasional.
Ia juga memperingatkan bahwa munculnya neo-militerisme di Jepang berpotensi mengancam perdamaian dan stabilitas kawasan.
“Kami sekali lagi mendesak pihak Jepang untuk merefleksikan dan memperbaiki kebijakan serta perilakunya, melakukan penyelidikan menyeluruh, dan memikul tanggung jawab penuh atas insiden tersebut,” tegas Guo.
Secara terpisah, Juru Bicara Kementerian Pertahanan China Zhang Xiaogang mengatakan pihaknya telah mengambil langkah tegas terhadap pelayaran kapal Jepang tersebut.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: China protes keras kapal militer Jepang lintasi Selat Taiwan
Pewarta : Desca Lidya Natalia
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
