
Polres Karimun Kirim Personel Amankan Batam

Karimun (ANTARA Kepri) - Kepolisian Resor Karimun, Provinsi Kepulauan Riau mengirimkan 53 personel pengendalian huru-hara untuk membantu pengamanan Kota Batam yang dilanda kerusuhan dalam aksi unjuk rasa kaum buruh pada Kamis (24/11).
"53 personel Dahura (pengendalian huru-hara) sudah berangkat ke Batam tadi siang," kata Kapolres Karimun AKBP Benyamin Sapta di Tanjung Balai Karimun, Jumat.
Benyamin mengatakan pengiriman personel dilakukan berdasarkan permintaan Polda Kepri untuk membantu pengamanan Kota Batam yang dilanda kerusuhan dalam aksi unjuk rasa kaum buruh sejak Rabu (23/11) hingga Kamis (24/11).
"Personel kita berangkatkan dengan senjata dan dilengkapi peralatan pengendalian huru-hara. Pengendalian personel selama di Batam sepenuhnya dilaksanakan Polda," ucapnya.
Menurut dia, seluruh kepolisian resor turut diminta untuk mengirimkan personel mengingat situasi Batam belum kondusif.
"Kami belum tahu berapa lama personel diperbantukan di Batam. Itu tergantung Polda. Kami berharap Kota Batam kembali kondusif karena dikhawatirkan akan berdampak pada kota-kota lain termasuk Karimun," katanya.
Dia mengungkapkan jajarannya langsung menggelar apel siaga untuk mengantisipasi kerusuhan Batam agar tidak merembet ke Karimun.
"Meski kerusuhan terjadi di Batam, namun kami juga siaga. Kami mengimbau warga masyarakat tidak mudah terprovokasi sehingga tidak merusak situasi Kamtibmas di Karimun yang cukup kondusif," ucapnya.
Sementara, pewarta ANTARA di Batam melaporkan, sejak Jumat pagi situasi kawasan industri di Batam masih mencekam.
Aparat TNI dari Yonif Tuah Sakti berjaga-jaga di depan gerbang Kawasan Industri Batamindo dan Panbil di Mukakuning.
Menurut beberapa pekerja, karyawan disuruh pulang untuk mengantisipasi kemungkinan kerusuhan sebab para pekerja akan kembali unjuk rasa.
Penjagaan Kantor Wali Kota Batam diperketat untuk mengantisipasi unjuk rasa pekerja yang sejak Rabu (23/11) mendesak pemerintah memberlakukan upah minimum kota Rp1,76 juta/bulan mulai 2012.
Aparat Kepolisian Resor Batam Rempang Galang juga menangkap 17 orang pekerja yang dipersangkakan sebagai provokator terjadi kerusuhan yang diwarnai aksi pembakaran dan perusakan pos dan mobil polisi pada Kamis (24/11) kemarin.
Lima orang ditangkap di kompleks Panasonic Kawasan Industri Sincom Batam Kota dan lainnya di beberapa pinggir jalan.***
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
