
Kepolisian Batam Bongkar Barikade Kawat Duri

Batam (ANTARA Kepri) - Keamanan Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau kembali pulih sehingga pada Sabtu tengah hari aparat kepolisian membongkar kawat berduri di halaman gedung kantor wali kota yang dipasang sejak Kamis guna menghalangi massa buruh.
Jalan Engku Putri dan jalan raya di sekitar gedung itu kembali digunakan untuk umum setelah pada Jumat dibuka terbatas terkait pengamanan dalam status siaga I pascakerusuhan yang terjadi Kamis sore ketika massa buruh berunjuk rasa mendesak pemerintah memberlakukan upah minimum kota Rp1,76 juta per bulan mulai 2012.
Bangunan pos penjaga di luar gerbang kantor tersebut pun mulai diperbaiki setelah pada Kamis, dirusak dan dibakar pengunjuk rasa.
Pada Rabu dan Kamis (23-24/11) kawasan gedung wali kota riuh dengan pidato demonstran, suara tembakan dan teriakan hujatan mengiringi "perang batu" antara pengunjuk rasa dengan aparat kepolisian dan Satpol PP Pemkot Batam.
Pada Kamis petang, massa pengunjuk rasa yang sepeda motornya digulingkan aparat dan dengan gas air mata dipaksa meninggalkan tempat, dalam konvoi perjalanan pulang, melempari dan membakar beberapa mobil serta pos polisi di Batam Kota, Sei Beduk, Batuaji, Sagulung dan Nagoya.
Situasi tu membuat beberapa wilayah Batam yang padat industri dan pusat perbelanjaan tercekam gosip akan terjadi kembali kerusuhan sehingga beberapa perusahaan meliburkan karyawan sebab khawatir terjadi huru-hara.
Pada Jumat pertokoan dan perkantoran di sekitar gedung kantor wali kota umumnya tutup dan sebagian hanya membuka setengah pintu, bahkan Restoran Kediri di Jalan Engku Putri yang berjarak sekitar 200 meter dari gedung wali kota menutup pintu kacanya dengan papan lapis.
Mega Mall Batam Centre, mal terbesar di Kecamatan Batam Kota yang bersebelahan dengan halaman belakang gedung wali kota pada Sabtu kembali beroperasi.
Sehari sebelumnya beberapa pusat pertokoan dan perkantoran meliburkan usaha, mengantisipasi kekacauan massa yang ternyata tidak terjadi.
Aparat berhasil mengendalikan situasi dan pimpinan serikat-serikat pekerja menyeru massa mereka tidak kembali berunjuk rasa pada Jumat.
Semula unjuk rasa buruh akan dilangsungkan tiga hari mulai Rabu hingga Jumat (22-25/11), tetapi dengan menimbang kejadian pada Kamis petang, unjuk rasa pada hari ketiga dibatalkan.
"Kami tidak ingin kerusuhan karena akan merugikan perjuangan buruh," kata Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Kota Batam, Saiful Badri.
Di sekitar gedung wali kota, sejak Sabtu pagi tidak lagi tampak jumlah besar aparat kemananan Brigade Mobil Polda Kepri, Polresta Batam Rempang Galang, kecuali tameng yang berjejer dalam posisi istirahat.
Tim aparat bersepeda motor dan mobil disiagakan di badan jalan depan kantor wali kota.
Komandan Kodim 0316/Batam Letkol (Inf) Ahmad Rizal menegaskan TNI AD mendukung di belakang kepolisian dalam pengamanan kota.
Ia mengimbau warga kota untuk tidak khawatir melaksanakan kegiatan sehari-hari sebab situasi keamanan telah dipulihkan.
"Batam aman," katanya.
(A013/E010)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
