
Pemerintah Berharap Industri Batik Berkembang di Batam

Batam (ANTARA Kepri) - Wakil Menteri Perindustrian Alex SW Retraubun mengharapkan industri batik bisa berkembang di Batam untuk mendukung status kota tersebut sebagai pusat promosi batik ASEAN.
"Kami berharap industri tumbuh, bukan hanya perdagangan. Pemerintah tengah berupaya agar industri batik bisa meluas keluar Jawa termasuk Batam yang berada di perbatasan," katanya setelah membuka Pameran Batik Indonesia 2-4 Desember 2011 di Mega Mall Batam Center, Jumat.
Menurut Alex, Batam berada di tempat yang strategis dan mempunyai pasar sehingga dipilih sebagai pusat promosi batik ASEAN.
"Dengan pameran ini akan tumbuh 'embrio' sehingga industri batik akan tumbuh di Batam," kata dia.
Wakil Ketua Umum Yayasan Batik Indonesia Sri Murniati Widodo AS mengatakan, peserta pameran merupakan perajin batik pilihan di bawah binaan Yayasan Batik Indonesia dari Pekalongan, Yogyakarta, Tulung Agung (Jawa Timur), Papua, Padang, Jambi, dan Batam.
Batik yang ditawarkan sudah melalui proses seleksi sesuai deskripsi batik Indonesia, yaitu tulis, cap, atau gabungan.
"Bisa dipastikan tidak ada produk tekstil 'printing' bermotif batik yang dijual dalam pameran ini," kata dia.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam sekaligus ketua panitia pelaksana Nada Faza Soraya mengatakan pameran ini merupakan salah satu kegiatan dalam rangkaian "World Batik Summit".
Selain pameran, kegiatan ini juga akan diisi seminar dengan berbagai topik tentang batik, di antaranya perkembangan batik Indonesia dan daerah, pemakaian batik pada busana daerah dan tradisional Indonesia.
"Ada juga upaya pewarisan tradisi dan nilai-nilai filosofi batik kepada generasi muda, serta program pelatihan batik bagi generasi muda sebagai langkah awal menjadi pengusaha batik dan perajin batik," katanya.
Wali Kota Batam Ahmad Dahlan mengatakan saat ini sudah ada sekitar 10 industri batik di Batam, walaupun masih dalam skala kecil.
"Pemerintah Kota Batam pada 2012 akan menganggarkan dana untuk pengembangan usaha batik," kata Dahlan.
(pso-292/E005)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
