Logo Header Antaranews Kepri

Kemenperin: "Batik" Pabrikan Bukan Batik

Sabtu, 3 Desember 2011 16:35 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian Euis Saedah mengatakan, kain ataupun produk tekstil dengan motif batik yang dibuat dengan skala besar dan menggunakan mesin bukan termasuk batik.

"Yang disebut batik ialah kain yang dilukis menggunakan canting dengan 'malam' (alat lukis batik dan bahan yang dipakai untuk melukis) atau menggunakan cap sehingga memiliki nilai 'art'. kalau diproduksi secara massal di pabrik namanya bukan batik," kata dia setelah menjadi pembicara dalam Seminar Batam Pusat Promosi Batik Indonesia untuk ASEAN di lantai IV Gedung Pemerintah Kota Batam, Sabtu.

Bila dibanding produk pabrik (printing), kata dia, batik asli memang berharga jauh lebih mahal karena melalui proses yang panjang dan hasil dari sebuah ketekunan dan keahlian.

"Harganya memang lebih mahal. Namun itulah yang membuat batik unik dan diakui sebagai warisan budaya Indonesia oleh UNESCO," kata dia.

Menurut Euis, sejak saat UNESCO menetapkan batik sebagai salah satu warisan Indonesia, banyak masyarakat yang terkecoh dengan mengira semua produk bermotif adalah batik.

"Hal ini harus diberitahukan pada semua orang agar tidak terkecoh saat membeli batik," ucapnya.

Saat ini, kata dia, kementerian tengah mengajukan pemberian label untuk batik tulis dan batik cap sebagai batik asli Indonesia.

"Tujuannya agar masyarakat tahu persis perbedaan batik cap dan tulis dengan batik printing atau pabrikan,"ujar Euis.

Menurutnya, saat ini masyarakat harus disadarkan tentang batik cap dan tulis sebagai batik aslinya.

Seminar Batam Pusat Promosi Batik Indonesia untuk ASEAN tersebut merupakan rangkaian dari Pameran Batik Indonesia di Mega Mall Batam centre 2-4 Desember 2011.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam sekaligus ketua panitia pelaksana Nada Faza Soraya mengatakan pameran ini merupakan salah satu kegiatan dalam rangkaian "World Batik Summit".

"Selain pameran dan seminar ada juga upaya pewarisan tradisi dan nilai-nilai filosofi batik kepada generasi muda, serta program pelatihan batik bagi generasi muda sebagai langkah awal menjadi pengusaha batik dan perajin batik," katanya.

(pso-292/N002)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026