
Pengusaha Berharap Diperbolehkan Buka SPBU Bukan Pertamina

Batam (ANTARA Kepri) - Pengusaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Kota Batam meminta ada kebijakan izin membuka stasiun pengisian bahan bakar khusus nonsubsidi di luar produk Pertamina karena menganggap harga yang ditetapkan terlalu tinggi.
"Perlu diperlonggar izin pembukaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) nonsubsidi diluar Pertamina. Karena solar industri dan bahan bakar nonsubsidi lain yang dijual bisa di bawah harga Pertamina. Tujuannya agar masyarakat ada pilihan," kata Anggota Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswanamigas) Batam, Sahat Sianturi, Rabu.
Menurut Sahat, dengan masuknya Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi ke Batam diluar produk Pertamina akan mampu mengatasi kelangkaan yang sering terjadi dan menyebabkan kepanikan masyarakat seperti yang terjadi pada akhir-akhir ini.
"Beberapa kebijakan yang dibuat oleh Pertamina dan pemerintah belum efektif, sehingga kelangkaan terus berlanjut," kata Sahat.
Sejak akhir 2010, kelangkaan BBM terutama solar dan premium sering terjadi di Batam. Pada September, Pertamina dan Pemkot Batam meresmikana satu SPBU nonsubsidi khusus solar untuk mengatasi kelangkaan solar dan cukup berhasil.
Sebelumnya, Manajer Penjualan Pertamina Wilayah kepri, I Ketut Permadi mengatakan kelangkaan premium yang terus terjadi di Batam karena pada awal 2010 terjadi kelebihan penggunaan.
"Pada awal-awal tahun memang Pertamina memberikan BBM sesuai dengan permintaan SPBU sehingga pada akhir tahun kuotanya tidak mencukupi lagi dan terjadi pembatasan," kata dia.
Anggota Komisi II, T Erikson Pasaribu mengatakan masyarakat perlu diingatkan agar tidak panik dan membeli premium dalam jumlah berlebihan sehingga memperparah situasi.
"Jangan sampai nantinya SPBU yang menjadi sasaran. Masyarakat harus diingatkan," kata dia.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag dan ESDM) Kota Batam mengatakan tidak ada pilihan lain selain pembatasan.
"Pembatasan harus tetap dilakukan agar kejadian tahun ini tidak terulang pada 2012," kata dia.
Hijazi juga berharap pemerintah bisa membuat disparitas harga antara subsidi dan nonsubsidi tidak terlalu tinggi, agar masyarakat tidak terlalu berat bila memakai BBM nonsubsidi.
(pso-292/E010)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
