Logo Header Antaranews Kepri

Listrik Batam-Bintan Terkoneksi 2012

Sabtu, 17 Desember 2011 00:55 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Jaringan listrik antara Kota Batam dan Pulau Bintan, Kepulauan Riau, akan terkoneksi pada 2012.

Koneksi jaringan itu terjadi setelah PT Pelayanan Listrik Nasional Batam menandatangai kerja sama dengan PT PLN (Persero) Wilayah Riau dan Kepulauan Riau dan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jaringan Sumatra 1 tentang pembangunan transmisi interkoneksi listrik Batam-Bintan dan Belakang Padang, kata Direktur Utama PT Pelayanan Listrik Nasional Batam (b'right PLN Batam) Sriyono D. Siswoyo di Batam, Jumat.

Ia mengatakan pembangunan jaringan interkoneksi akan dimulai pada awal 2012 dan diharapkan dapat selesai pada Agustus 2012.

"Pada akhir 2012 Belakang Padang dan Bintan dijadwalkan sudah mendapat suplai listrik dari Batam sehingga kebutuhan listrik Belakang Padang dapat terpenuhi. Suplai akan diambil dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjungkasam, Telaga Punggur, Nongsa yang tengah dibangun dan diperkirakan selesai 2012," kata dia.

Ia mengatakan, pada triwulan III/2012 satu unit PLTU diharapkan mulai beroperasi dengan daya sebesar 55 MW, sementara Unit 2 diperkirakan beroperasi pada triwulan IV 2012 dengan daya sebesar 55 MW.

"Dengan beroperasinya PLTU Tanjung Kasam tersebut, daya di Batam akan bertambah dan sistem kelistrikan Batam akan memiliki daya lebih yang akan disalurkan ke Bintan dan pulau-pulau penyangga Batam," kata dia.

Ia berharap, semua pembangkit selesai pada waktu yang ditetapkan sehingga masalah listrik di Pulau Bintan dan penyangga Batam bisa teratasi akhir 2012.

"Dengan interkoneksi ini, tingkat mutu layanan listrik di Bintan dan pulau-pulau penyangga sama dengan Batam," ujar Sriyono.

Direktur Operasi PT PLN (Persero) Wilayah Indonesia Barat yang sekaligus sebagai Komisaris Utama b'right PLN Batam, Harry Jaya Pahlawan mengharapkan program ini bisa terlaksana sesuai waktu yang telah dijadwalkan sehingga kelistrikan di Batam, Bintan, dan sekitarnya pada 2013 akan terlayani dengan baik.

"Pola ini akan menjadi model pertama di Sumatra sebagai bagian program merangkai pulau-pulau dengan kabel listrik yang menjadi bagian program PLN jangka panjang. Dengan demikian program ini harus bisa dijalankan sesuai jadwal," kata dia.

Sebelumnya, PT Medco Power Indonesia, anak usaha PT Medco Energi Internasional Tk (MEDC), mulai membangun proyek pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) dengan kapasitas 3x8,1 megawatt di Panaran, Batam, Kepulauan Riau senilai Rp 179 miliar yang dimulai pertengahan Oktober 2011.

Direktur Utama Medco Energi Lukman Mahfoedz mengatakan, pengembangan konstruksi pembangkit yang dikerjakan konsorsium Medco Power-Dale Engineering Construction-Top Deal International Ltd itu dijadwalkan tuntas pada 2012.

Rencananya tenaga listrik dari pembangkit tersebut akan digunakan untuk mengurangi ketergantunagan Batam pada pembangkit listrik tenaga disel (PLTD) yang selama ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan kota setempat.

(pso-292/N002)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026