Logo Header Antaranews Kepri

Nelayan Lingga Tak Melaut

Kamis, 22 Desember 2011 18:32 WIB
Image Print

Lingga (ANTARA Kepri)- Sejak satu minggu terakhir nelayan di Dabo, Lingga, Kepulauan Riau, tidak melaut karena ombak cukup tinggi.

"Sekarang musim angin utara, ombak dan gelombang bisa sewaktu-waktu tinggi. Kami tidak berani melaut," kata seorang nelayan setempat Soharlin di Dabo, Rabu.

Ia mengatakan, ombak dan gelombang yang tinggi sangat membahayakan nelayan terutama yang menggunakan kapal kecil.

"Lebih baik kami tidak melaut, lagian kalau ombak terlalu besar susah juga mendapatkan ikan," kata dia.

Seorang nelayan lainnya Agustiar mengatakan, saat musim sedang kurang bagus untuk melaut dirinya memilih untuk berkebun karet dan palawija untuk mengisi waktu dan tetap bisa menghidupi keluarga.

"Saat-saat seperti ini kami memilih untuk bertani, kalau hanya berdiam diri menunggu cuaca bagus berarti tidak akan ada penghasilan. Hasil dari bertani setidaknya bisa menutupi kebutuhan sehari-hari sebelum kembali melaut," kata dia.

Selain hasil tambang timah, Kabupaten Lingga juga merupakan satu daerah penghasil karet dan lada di Provinsi Kepulauan Riau.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam memprediksikan gelombang di Perairan Kepulauan Riau secara ekstrem mencapai ketinggian antara dua hingga tiga meter sehingga harus diwaspadai terutama oleh para nelayan.

"Gelombang memang sewaktu-sewaktu bisa tinggi dan harus diwaspadai para nelayan dan pelaku transportasi laut. Hujan diperkirakan berlangsung tidak lama tapi rutin di seluruh Kepulauan Riau," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Hang Nadim Batam Agus Lacuda.

Ia mengatakan, hujan dan gelombang yang cukup tinggi akan terus terjadi hingga sekitar Februari 2012.

"Masyarakat Kepri yang akan merayakan Natal dan pergantian tahun baru dengan bepergian dengan transportasi laut terutama sekitar Batam, Bintan, Karimun, dan Lingga harus waspada karena gelombang bisa naik mencapai hingga tiga meter," kata dia. (pso-292/M029)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026