
Pendiri Telegram hadapi dakwaan dugaan izinkan aktivitas kriminal
Kamis, 29 Agustus 2024 13:10 WIB

Pihak berwenang menuduh Telegram memfasilitasi materi pelecehan seksual anak, perdagangan narkoba, penipuan, dan pencucian uang, dan perusahaan tersebut menolak bekerja sama dengan penyidik, menurut Skynews.
Telegram telah menolak tuduhan tersebut, dengan mengatakan kebijakan moderasinya mematuhi hukum Uni Eropa dan memenuhi standar industri.
Perusahaan aplikasi itu mendeskripsikan klaim tersebut sebagai "tidak masuk akal," dengan alasan bahwa menyalahkan platform atau pemilihnya atas penyalahgunaan oleh penjahat tidak berdasar, demikian pernyataan media tersebut.
Durov ditangkap pada Sabtu (24/8) setelah mendarat dengan jet pribadinya di bandara Le Bourget dekat Paris.
Sumber: Anadolu-OANA
Tinggalkan Paris...
Pewarta : Cindy Frishanti Octavia
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
