
Hanura Tak Gentar Hadapi Politik Uang

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Partai Hati Nurani Rakyat Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, tidak gentar menghadapi politik uang yang terjadi menjelang pilkada.
"Kami tidak gentar menghadapi kubu yang memberi uang dan barang yang dikemas dalam bentuk apapun kepada warga tertentu," ujar Ketua Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Tanjungpinang, Azhar, Selasa.
Menurut dia, kubu yang melakukan politik uang akan dirugikan, karena masyarakat semakin cerdas dalam menggunakan hak suaranya. Uang maupun barang yang diberikan figur tertentu tidak mempengaruhi pemilih.
"Kami memiliki bukti bahwa pemilih semakin cerdas dalam menggunakan hak pilihnya. Mari simak Pilkada Kepulauan Riau tahun 2010 dan Pemilu 2009, ternyata figur yang banyak memberikan bantuan tidak berhasil mendapatkan suara yang signifikan," ungkapnya.
Ia mengemukakan, kubu yang memberikan uang dan barang kepada masyarakat justru akan mendapat penilaian negatif dari pemilih. Masyarakat akan bertanya dari mana sumber uang tersebut dan bagaimana pula figur yang membagi-bagikan uang dan barang itu mengembalikan investasi politik yang ditanamnya menjelang Pilkada Tanjungpinang tahun 2012.
Jika figur yang membagi-bagikan uang dan barang itu berhasil menjadi kepala daerah, dikhawatirkan akan memanfaatkan jabatannya untuk mengembalikan investasi yang ditanamkannya menjelang pilkada.
"Arah pemikiran masyarakat itu sudah semakin maju. Mereka akan menerima uang atau barang yang diberikan, tetapi belum tentu memilih figur yang memberikan bantuan tersebut," ungkapnya.
Pemberian uang dan barang kepada masyarakat, kata dia, tidak melanggar aturan, karena tahapan pilkada belum dimulai.
"Hanura tidak akan mendekati masyarakat dengan menaburkan uang dan barang," ujarnya.
Azhar yang juga anggota DPRD Tanjungpinang berniat mencalonkan diri pada Pilkada Tanjungpinang. Namun hingga sekarang dia belum memutuskan apakah mencalonkan diri sebagai calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang.
"Pencalonan saya tergantung pada perkembangan politik menjelang Maret 2012. Tetapi yang jelas saya didukung Koalisi Pelangi yang memiliki suara sekitar 20 persen," katanya.
(KR-NP/S023)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
