Logo Header Antaranews Kepri

PHRI: Tarif Kamar Hotel Tidak Dipengaruhi BBM

Selasa, 13 Maret 2012 19:12 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Provinsi Kepulauan Riau menyatakan tarif kamar hotel tidak terlalu dipengaruhi kenaikan harga bahan bakar minyak.

"Pengaruh kenaikan BBM terhadap tarif kamar hotel tetap ada, tetapi tidak signifikan," kata anggota Dewan Penasihat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Kepulauan Riau Rudy Chua, di Tanjungpinang, Selasa.

Rudy yang juga Sekretaris Komisi II DPRD Kepri mengemukakan, kenaikan tarif kamar hotel lebih dipengaruhi oleh kenaikan tarif dasar listrik yang direncanakan PLN. Hingga sekarang PLN belum memutuskan secara resmi berapa persen kenaikan tarif dasar listrik jika pemerintah jadi menaikkan harga BBM mulai April 2012.

"Seluruh pengusaha perhotelan masih menunggu keputusan pihak PLN dalam menaikkan tarif dasar listrik," katanya.

Ia mengatakan, pihak perhotelan tidak akan merasa terlalu berat jika tarif dasar listrik naik sebesar 10 persen, meski hal itu tidak diharapkan. Tarif kamar hotel hanya naik sedikit jika tarif dasar listrik naik 10 persen.

"PHRI Kepri akan membahas masalah itu dalam waktu dekat. Saat ini seluruh pengusaha perhotelan masih menunggu perkembangannya," ujarnya.

Rudy mengemukakan, jika tarif kamar hotel dinaikkan sebesar 10 persen, kemungkinan tidak terlalu menurunkan jumlah wisatawan lokal maupun mancanegara yang menginap di hotel.

Lagi pula, kata dia, jumlah penghuni kamar hotel relatif turun karena saat ini belum memasuki masa libur nasional maupun libur di beberapa negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

"Kamar hotel akan penuh pada saat libur nasional maupun libur di negara tetangga," ujarnya.

(KR-NP/E005)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026