
Polresta Barelang Selidiki Senpi KPK Gadungan

Batam (ANTARA Kepri) - Polresta Batam Rempang Galang akan mengirimkan dua senjata api yang diamankan bersama JI, seorang diduga otak pemerasan mengatasnamakan Komisi Pemberantasan Korupsi ke Polda Metro Jaya untuk penyelidikan lebih lanjut.
"Senjata api (senpi), 22 proyektil, dan berkas-berkas lain yang diamankan bersama JI akan kami limpahkan ke Jakarta Senin besok. Karena senjata tersebut diamankan dari penangkapan JI di Jakarta," kata Kapolresta Batam Rempang Galang (Barelang) Kombes Karyoto di Batam, Minggu.
Salah satu dari dua senpi yang diamankan tersebut identik dengan senjata revolver standar kepolisian.
"Nantinya akan dicek keasliannya oleh Polda Metro Jaya, untuk mempermudah penelusuran asal senjata itu" katanya.
Menurutnya, jika memang nanti ada temuan lain oleh Polda Metro Jaya yang bisa mengungkap kepemilikan dua senpi tersebut akan mempermudah pengungkapan jaringan JI yang mengatasnamakan KPK saat melakukan pemerasan.
"Saat ini kami masih terus melakukan pemeriksaan pada JI, laptop dan bukti-bukti surat elektronik juga masih kami periksa," kata dia.
Sebelumnya, Satuan Reserse Kriminal Polresta Barelang dan Polda Metro Jaya menangkap JI, anggota Komisi Pemberantasan Korupsi gadungan di Jakarta Selatan yang diduga otak pemerasan terhadap Bupati Karimun Nurdin Basirun, Rabu (14/3).
"Selain menjadi otak penipuan terhadap Bupati Karimun, JI juga aktor intelektualis kejahatan serupa di beberapa daerah," kata Kanit IV Jatanras Polresta Barelang, Iptu Chrisman Panjaitan.
Ia mengatakan, tersangka pelaku dan jaringannya memang menjadikan daerah-daerah baru dan berada di pinggiran sebagai target operasi mereka.
Chrisman mengatakan, selain menangkap JI, polisi juga mengamankan satu senjata revolver dan satu senjata jenis FN, stempel KPK palsu, printer, laptop, tujuh tanda pengenal KPK, dua tanda pengenal ajudan Ketua DPR, dan beberapa kartu pengenal lain yang semuanya palsu.
"Pistol revolvernya memang organik, tetapi nomor serinya sudah dihilangkan. Senjata api ini akan kami selidiki," kata Chrisman.
Chrisman mengatakan, masih terus melakukan koordinasi dengan KPK untuk mengungkap jaringan JI.
"Kami terus telusuri, tidak menutup kemungkinan ada pihak-pihak di Jakarta yang terlibat," kata dia.
(KR-LNO/E010)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
