Logo Header Antaranews Kepri

Dishub: Propaganda Buruk Rusak Potensi STS Karimun

Selasa, 10 April 2012 17:17 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA Kepri)- Kepala Dinas Perhubungan Karimun, Cendra Nawazir, mengatakan ada unsur kesengajaan yang dilakukan oleh pihak tertentu untuk merusak potensi area labuh alih kapal ke kapal (ship to ship) di Perairan Pulau Karimun Besar.

"Tujuannya untuk memperkecil jumlah kapal kargo yang ingin melakukan lego jangkar dan alih muat kapal ke kapal di perairan STS Karimun," katanya di Tanjung Balai Karimun, Selasa.

Ia mengatakan, hal itu jelas berdampak pada pendapatan negara bukan pajak (PNBP) yang dipungut PT Pelindo I Cabang Tanjung Balai Karimun dan pendapatan asli daerah yang disetorkan oleh PT Karya Karimun Mandiri selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kepelabuhanan yang selama ini telah mengelola STS.

Cendra Nawazir berkeyakinan dampak dari propaganda buruk yang dilakukan oleh pihak tertentu itu tidak akan berlangsung lama.

"Mengingat memang geografis perairan STS Karimun yang paling strategis bagi kapal kargo internasional untuk melakukan lego jangkar dan alih muat kapal ke kapal," ujarnya.

Dia berpendapat tujuan dari propaganda buruk itu murni untuk menghancurkan pendapatan Karimun dari sektor kepelabuhanan.

"Saya sangat menyayangkan hal itu, karena ada indikasi perbuatan itu sengaja dilakukan oleh pengusaha Karimun sendiri, bahkan ada diantara mereka yang menyebutkan wilayah STS Karimun milik Singapura," ujarnya.

Sementara itu Direktur Utama BUMD Kepelabuhanan, Firdaus, mengatakan dampak dari propaganda buruk itu berpengaruh pada pendapatan asli daerah (PAD) Karimun dari sektor kepelabuhanan.

"Sekalipun wilayah STS Karimun berada di wilayah yang paling strategis tetap akan berdampak pada pendapatan asli daerah. Untuk menyikapi itu pihak-pihak yang berkompeten perlu segera menyelesaikan polemik dan tumpang tindih izin wilayah STS, sehingga tidak memberikan keraguan bagi 'stakeholder', karena para pengguna jasa STS butuh kepastian hukum dan jaminan keamanan," katanya.

Dampak dari propaganda buruk itu juga diakui oleh General Manajer Pelindo I Cabang Tanjung Balai Karimun Agastiyan Kenanga Bumi.

"Jumlah kapal yang berkunjung ke perairan STS terus berkurang dan terjadi peningkatan jumlah kunjungan kapal ke wilayah STS daerah lain. Sekarang tidak hanya Karimun yang memiliki wilayah STS. Sebagai contoh pascaterjadinya polemik, terjadi peningkatan jumlah kunjungan kapal di wilayah STS Nipah di Batam," katanya.

Dia menuturkan berdasarkan data yang diperolehnya sepanjang tahun 2011 jumlah kapal yang berlabuh di perairan STS Nipah Batam hanya sebanyak 22 kapal.

"Pada tahun 2012 terjadi peningkatan tajam, dari Januari hingga Maret tercatat jumlah kapal yang berlabuh sebanyak 56 kapal. Sebagian besar dari kapal yang berlabuh di STS Nipah, merupakan pelarian dari Karimun. Salah satu penyebab kapal itu lebih cenderung memilih STS Nipah adalah karena faktor keamanan, saat ini ramai nelayan memasang jaring di wilayah STS Karimun," tuturnya.

(KR-HAM/E010)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026