Logo Header Antaranews Kepri

Pengembang Nakal Sebabkan Banjir

Rabu, 11 April 2012 22:05 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Pengembang nakal yang kerap tidak mempedulikan aturan planologi dan ketentuan pemotongan lahan menyebabkan Kota Batam kerap dilanda banjir.

"Banyak investor yang nakal," kata Kepala Sub Direktorat Jalan, Jembatan, Bandara, Utilitas dan Pematangan Lahan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, Yudi Cahyono di Batam, Rabu.

Ia mengatakan ada beberapa penanam modal yang tetap memotong lahan dan membangun meskipun belum mengantongi izin cut and fill dan fatwa planologi.

Pejabat BP itu juga menyesali tindakan direktorat lahan BP yang mengalokasikan tanah-tanah kritis.

"Legenda Bali itu sebenarnya aliran sungai, tapi dibangun juga," kata dia.

Legenda Bali kini dibangun perumahan, sehingga kini sulit untuk mengembalikan fungsi sungai di sana, dan mnyebabkan banjir jika hujan deras.

"Itu milik masyarakat. Tidak bisa dipapas," kata dia.

Ketua REI Kota Batam, Jaya, juga mengatakan pengembang tidak mengetahui peruntukan lahan drainase karena Rencana Tata Ruang Wilayah belum ada.

"Jadi kesulitan kami juga, karena ternyata lahan untuk drainase sudah dialokasikan," katanya.

REI, kata dia, sulit mengatur anggota karena terlalu banyak developer dan tidak semua berperilaku baik.

Dia meminta pemerintah tegas pada aturan pengalokasian lahan dengan memperhatikan kondisi lahan.

"Harusnya pemerintah tidak menyerahkan lahan kalau tidak sesuai," kata dia.

Jika BP KPBPB asal mengalokasikan lahan, kata dia, bisa merugikan pengembang.

"Kalau kami bangun perumahan lalu banjir karena ternyata ada pembangunan di lahan drainase, kami pula yang dituntut masyarakat," kata dia.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Yumasnur juga meminta BP KPBPB untuk cermat dalam mengalokasikan lahan dan mengizinkan pembangunan.

Menurut dia, banjir di Batam disebabkan tidak adanya lahan drainase.

(Y011/D009)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026