Logo Header Antaranews Kepri

Warga Pulau Buluh Harap PLN Aliri Listrik

Minggu, 22 April 2012 18:42 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Warga Pulau Buluh Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau mengharapkan PT Perusahaan Listrik Negara mengalirkan listrik sehari penuh.

"Saat ini, listrik hanya menyala dari jam 17.00 WIB sampai 05.00 WIB, sedangkan siang hari mati," kata warga Pulau Buluh Abdul, Minggu.

Pulau Buluh yang terletak di utara Pulau Batam merupakan pulau pertama yang dihuni di Kota Batam. Pulau itu dihuni sekitar 2.200 jiwa dengan 636 kepala keluarga.

Tidak seperti di pulau utama yang dilayani Bright Pelayanan Listrik Nasional Batam, listrik di Pulau Buluh berasal dari PT PLN persero.

Abdul mengatakan listrik di Pulau Buluh berasal dari Kota Tanjungpinang, Pulau Bintan.

"Tapi hanya menyala malam, kecuali hari libur menyala sampai siang," kata dia.

Padahal, banyak kegiatan warga yang membutuhkan listrik di siang hari, kata dia.

Warga membutuhkan listrik untuk mendukung usaha perikanan. Mengenai harga listrik, ia mengatakan relatif mahal untuk warga pulau.

Tiap bulan, Abdul harus membayar sekitar Rp45.000 untuk lampu, dua televisi dan dua lampu.

"Dulu ada kulkas, tapi karena mahal, sekarang enggak dipakai. Tuh kulkasnya masih ada," kata dia.

Senada dengan Abdul, pemilik kios Apek mengatakan harapan agar PLN mengaliri listrik sehari penuh.

Ia mengatakan saat ini, menggunakan listrik genset di siang hari. Tiap bulan, pengelola listrik meminta bayaran Rp500 ribu untuk layanan 2 ampere.

"Kalau pakai PLN, mungkin bisa lebih murah," kata dia.

Tiap bulan, Apek harus membayar listrik dua kali, yaitu untuk PLN yang menyala pada malam dan pengelola genset yang mengaliri listrik siang hari.

Wali Kota Batam Ahmad Dahlan mengatakan akan menyampaikan permintaan warga pada PLN Persero.

"Habis sudah ya, di Batam pakai anak perusahaan PLN, jadi tidak bisa dialiri sampai ke pulau-pulau," kata dia. (Y011/E001)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026