
Massa Jarah KM Wirata Jaya yang Rusak

Batam (ANTARA Kepri) - Massa menjarah isi muatan KM Wirata Jaya yang rusak di Terminal Rakyat Tanjung Riau, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu.
"Warga sekitar mengambil seluruh isi kapal, tanpa menghiraukan larangan dari aparat desa setempat, " kata saksi mata, Hadi.
Aparat kepolisian yang menjaga kapal naas itu pun tidak berdaya menghadapi massa yang berebut membawa barang ke luar kapal.
Kapal Motor Wirata Jaya membawa sembilan bahan pokok, minuman kaleng, barang kebutuhan rumah tangga dan elektronik terpaksa berlabuh di Terminal Rakyat Tanjung Riau akibat rusak diterjang ombak, Sabtu (5/5) malam.
Kapal itu rusak dalam perjalanan dari Terminal Makobar, Batu Ampar ke Pekanbaru, membawa berbagai barang dagangan.
Bagian badan kapal berbobot 88 gross ton itu rusak saat berlayar di Perairan Takong Hiu. Gelombang air yang besar disertai angin kencang merobek dinding kapal hingga bocor.
Karena air masuk badan kapal, nakhoda memutuskan membawa KM Wirata Jaya ke Terminal Tanjung Riau untuk diperbaiki sebelum melanjutkan perjalanan ke Pekanbaru.
Dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. "Karena kapal buru-buru dibawa ke Tanjung Riau," kata dia.
Sementara itu, hujan disertai angin kencang dan petir mengguyur Kota Batam dan sekitarnya.
Sebelumnya, di Perairan Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, kapal pengangkut sembako, KM Segar Jaya GT 15 asal Batam tujuan Tanjungbatu tenggelam Sabtu dinihari, pukul 00.35 WIB.
Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Karimun Letkol Laut (P) Sawa melalui Perwira Sarana Operasi (Pasops) Kapten Agus Yunianto di Tanjung Balai Karimun mengatakan KM Segar Jaya tenggelam akibat cuaca buruk yang memicu gelombang besar di antara perairan Pulau Dua dan Pulau Dangkan, Moro.
Dia meminta pelaku pelayaran untuk waspada terhadap perubahan cuaca secara mendadak.
Cuaca bisa saja berubah menjadi buruk. Kapal-kapal yang berlayar malam hari harus lebih waspada dengan menyiagakan perlengkapan keselamatan, seperti jaket pelampung, sarana navigasi dan radio komunikasi, kata dia. (Y011/N001)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
