Logo Header Antaranews Kepri

BPS: Pendapatan Rumah Tangga di Kepri Meningkat

Selasa, 8 Mei 2012 15:46 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Badan Pusat Statistik mencatat pendapatan rumah tangga pada triwulan I dan II di Provinsi Kepulauan Riau meningkat sehingga menyebabkan kondisi ekonomi konsumen membaik.

"Indeks tendensi konsumen (ITK) triwulan I tahun 2012 di Kepulauan Riau (Kepri) sebesar 107,80, yang berarti kondisi ekonomi konsumen meningkat dari triwulan sebelumnya. Kondisi ekonomi konsumen membaik karena didorong oleh peningkatan pendapatan rumah tangga," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, Badar, di Tanjungpinang, Selasa.

Nilai ITK di Kepri pada Triwulan II tahun 2012, kata dia, diperkirakan sebesar 108,35. Kondisi berarti diperkirakan akan terjadi kenaikan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan II tahun 2012.

Konsumsi rumah tangga mengalami penurunan pada komoditas bukan makanan dan konsumsi makanan mengalami peningkatan kecuali ikan, daging, gula dan rokok. Perbaikan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan II tahun 2012 diperkirakan terjadi karena adanya peningkatan pendapatan rumah tangga mendatang.

"Tingkat kepercayaan atau optimisme konsumen di triwulan II tahun 2012 diperkirakan tidak berbeda jauh dengan triwulan sebelumnya," ungkapnya.

Pendapatan konsumen pada triwulan IV tahun 2012 sebesar 111,24, sedangkan pada triwulan I tahun 2012 113,14. Sementara kaitan inflasi dengan konsumsi makanan sehari-hari pada triwulan IV tahun 2012 112,03, dan pada triwulan I tahun 2012 meningkat menjadi 105,48.

Tingkat konsumsi beberapa komoditas makanan pada triwulan IV tahun 2011 sebesar 101,49, sementara pada triwulan I tahun 2012 turun menjadi 107,80.

"Total indeks tendensi konsumen yang terdiri dari pendapat rumah tangga, kaitan inflasi dengan konsumsi makanan sehari-hari dan tingkat konsumen beberapa komoditas makanan pada triwulan IV tahun 2012 mencapai 109,39, sedangkan pada triwulan I tahun 2012 turun menjadi 107,80," ujarnya.

Nilai ITK di Kepri pada Triwulan II-2012 diperkirakan sebesar 108,35, yang menunjukkan prediksi kenaikan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan II tahun 2012. Tingkat kepercayaan atau optimisme konsumen juga diperkirakan sedikit meningkat dibanding triwulan I tahun 2012.

Perkiraan pendapatan rumah tangga pada triwulan II tahun 2012 113,40 dan rencana pembelian barang-barang tahan lama 98,83 persen. Dengan demikian indeks tendensi konsumen mencapai 108,35 persen.

"Perbaikan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan II tahun 2012 diperkirakan terjadi karena adanya peningkatan pendapatan rumah tangga walaupun nilai indeksnya tidak terlalu berbeda dengan triwulan I tahun 2012.

ITK adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang dihasilkan BPS melalui survei tendensi konsumen. ITK merupakan indeks yang menggambarkan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan dan perkiraan pada triwulan mendatang.

Responden merupakan sub sampel dari survei angkatan kerja nasional khusus di daerah perkotaan. Pemilihan sampel dilakukan secara panel antar triwulan untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai perubahan persepsi konsumen antar waktu.

ITK berkisar antara 0 sampai dengan 200, dengan indikasi nilai ITK lebih kecil dari 100, menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan menurun dibanding triwulan sebelumnya. Sementara nilai ITK sama dengan 100, menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan tidak mengalami perubahan dibanding triwulan sebelumnya.

"Nilai ITK lebih besar dari 100 menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan meningkat dibanding triwulan sebelumnya," katanya. (KR-NP/B012)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026