
Angkatan Kerja di Kepri Meningkat 43.220 Orang

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Jumlah angkatan kerja di Provinsi Kepulauan Riau pada Februari 2012 mencapai 891.217 orang, meningkat 43.220 orang dibandingkan dengan Agustus 2011 yang hanya 847.997 orang.
"Bila dibandingkan dengan jumlah angkatan kerja satu tahun sebelumnya, jumlah angkatan kerja pada Februari 2012 bertambah sebanyak 54.608 orang," kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau Badar di Tanjungpinang, Senin.
Ia mengemukakan, jumlah angkatan kerja meningkat karena banyak dipengaruhi oleh bertambahnya penduduk yang bekerja. Pada Februari 2012, jumlah penduduk yang bekerja mengalami perubahan dari 781.824 orang pada Agustus 2011 menjadi 838.934 orang pada Februari 2012, atau meningkat sebanyak 57.110 orang (7,30 persen).
"Lain halnya dengan pengangguran, jumlahnya pada Februari 2012 turun dari 66.173 orang (Agustus 2011) atau 58.883 orang (Februari 2011) menjadi 52.283 orang. Peningkatan jumlah angkatan kerja dan penurunan jumlah pengangguran ini menyebabkan tingkat pengangguran terbuka Kepri turun dari sebesar 7,80 persen pada Agustus 2011 menjadi 5,87 persen pada Februari 2012," ujarnya.
Jumlah pekerja tidak penuh sebanyak 192.598 orang, meningkat dibanding Agustus 2011 yang hanya 107.551 orang. Sedangkan penduduk yang tergolong setengah pengangguran berjumlah 84.504 orang atau naik dibanding Agustus 2011 yang hanya 31.127 orang.
"Pekerja paruh waktu pada Februari 2012 108.094 orang, naik dibanding Agustus 2011 yang hanya 76.424 orang," ujarnya.
Sementara komposisi penduduk yang bekerja menurut lapangan pekerjaan utama memperlihatkan pola yang berbeda antara periode Agustus 2011 dan Februari 2012. Sektor industri yang sebelumnya sering kali mendominasi dalam hal penyerapan tenaga kerja, kini mulai terjadi pergeseran antar sektor.
Pada Februari 2012, kata dia, sektor industri menempati urutan keempat dalam menyerap tenaga kerja, dengan persentase sebesar 14,6 persen, di bawah sektor perdagangan, rumah makan, dan jasa akomodasi (29,6 persen), jasa kemasyarakatan, sosial, dan perorangan (21,7 persen), dan pertanian, perkebunan, kehutanan, dan perikanan (15,1 persen).
"Penurunan penyerapan tenaga kerja di sektor industri, karena berkurangnya jumlah pekerja di sektor ini yang disebabkan oleh tutupnya beberapa perusahaan, di sisi lain pesatnya peningkatan jumlah pekerja di sektor perdagangan dan jasa," katanya.
Badar mengungkapkan, sektor perdagangan dan jasa yang tumbuh diduga banyak didukung oleh sektor informal pada sektor tersebut yang notabene sangat mudah bagi tenaga kerja untuk masuk di dalamnya. Hal ini terlihat dari turunnya persentase penduduk yang bekerja sebagai buruh, pegawai, karyawan dan dibantu buruh tetap, yang biasanya dijadikan sebagai indikator pekerja sektor formal.
Pada Februari 2012, pekerja yang berstatus buruh, karyawan, pegawai dan dibantu buruh tetap masing-masing mengalami penurunan dari 67,5 persen menjadi 62,9 persen dan dari 4,8 persen menjadi 2,9 persen.
"Namun demikian, struktur ketenagakerjaan di Kepri masih didominasi oleh pekerja di sektor formal, mengingat persentasenya yang masih jauh di atas persentase pekerja informal," ujarnya.
Secara umum, komposisi jumlah orang yang bekerja menurut jam kerja per minggu terdapat perubahan dalam enam bulan terakhir. Pekerja penuh waktu, yaitu pekerja dengan jam kerja 35 jam ke atas, jumlahnya mengalami penurunan dari 674.273 orang menjadi 646.336 orang.
Demikian pula dengan proporsinya, juga terjadi penurunan dari 86,2 persen menjadi 77,0 persen. Di sisi lain, pekerja dengan jam kerja 1-7 jam seminggu meningkat dari 0,7 persen menjadi 1,3 persen.
"Peningkatan ini juga sejalan dengan peningkatan pekerja keluarga yang seringkali jam kerjanya tak menentu dan cenderung singkat," katanya.
Jumlah penduduk yang bekerja mengalami peningkatan untuk pekerja berpendidikan SD ke bawah, SMK, dan DI/II/III. Sebaliknya, pekerja berpendidikan SMP, SMA, dan sarjana mengalami penurunan.
Jumlah pekerja yang tamat SD ke bawah pada Februari 2012 sebanyak 254.275 orang atau 30,3 persen, SMP 138.295 orang atau 16,5 persen, SMA 202.714 orang atau 24,2 orang, SMK sebanyak 130.847 orang atau 15,6 orang, diploma I,II dan III 55.589 orang atau 6,6 persen dan universitas sebanyak 57.214 orang atau 6,8 persen.
"Total penduduk usia kerja yang bekerja pada Februari 2012 sebanyak 838.934 orang atau naik dibanding Agustus 2011 yang hanya 781.824 orang," ujarnya. (KR-NP/N002)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
