
Pasokan BBM Bersubsidi Batam Terancam Kosong

Batam (ANTARA Kepri) - Pasokan bahan bakar minyak Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau terancam kosong pada September hingga Desember 2012 jika Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas tidak menambah kuota BBM bersubsidi.
Manajer Penjualan Pertamina Wilayah Kepulauan Riau, I Ketut Permadi di Batam, Jumat, mengatakan penyaluran premium pada kuartal pertama sudah melebihi kuota yang diberikan BPH Migas.
"Kalau begini terus, sebelum September habis kuota," kata dia usai rapat koordinasi Pertamina dengan Pemerintah Kota Batam dan Polresta Barelang.
Kuota Premium untuk Kota Batam sepanjang 2012 sebanyak 135.532 kl. Artinya, kuota tiap bulan sekitar 10.000 kl. Namun, Pertamina menyalurkan Premium sekitar 16.000 kl tiap bulan.
"Pada Januari kami menyalurkan 16.104 kl, Februari 16.368 kl, Maret 18.342 kl dan April 16.708 kl," kata dia.
Rencananya, pada Mei 2012, Pertamina menyalurkan sekitar 16.800 kl premium.
Ia mengatakan Pertamina berupaya memaksimalkan pengawasan agar tidak terjadi gejolak dan kebocoran di lembaga penyalur sehingga distribusi tetap baik.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Ahmad Hijazi mengatakan mengupayakan agar BPH Migas menambah kuota premium untuk Batam.
"Tiap hari Jumat saya hubungi BPH lewat pesan singkat," kata dia.
Ia mengatakan kecewa dengan kebijakan BPH Migas mengurangi kuota premium hingga 30 persen.
Padahal, kata dia, Pemkot Batam telah melakukan berbagai terobosan agar pendistribusian BBM bersubsidi tepat sasaran dengan mengeluarkan Edaran Wali Kota yang membatasi penjualan BBM Bersubsidi.
"Itulah kami kecewa, padahal aturan kami jadi contoh, tapi justru dikurangi kuotanya," kata Hijazi.
Ia mengatakan jika BPH Migas tidak menambah kuota, maka Batam akan kekurangan premium di akhir tahun.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam Rudi mengatakan premium terancam kosong pada akhir tahun.
"Tapi kalau solar 'on the track'," kata dia.
Penyaluran solar tiap bulannya sesuai dengan kuota yang disiapkan BPH Migas sekitar 20.000 kiloliter tiap empat bulan. (Y011/S006)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
