Logo Header Antaranews Kepri

Golkar Bantah Usung Maya Suryanti

Jumat, 25 Mei 2012 20:03 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Partai Golkar membantah telah mengusung Maya Suryanti sebagai calon Wali Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, meski peluang itu cukup terbuka.

"Sampai sekarang kami belum menentukan sikap politik menjelang pilkada. Usungan terhadap Maya untuk saat ini hanya sebatas wacana yang beredar di tengah masyarakat, karena legalitasnya masih menunggu keputusan DPP Partai Golkar," Sekretaris DPD Partai Golkar Kepulauan Riau (Kepri), Agustar, yang dihubungi dari Tanjungpinang, Jumat.

DPP Partai Golkar akan menetapkan bakal calon Wali Kota Tanjungpinang, yang diusung pada pilkada pada 1 Juni 2012.

"Sikap Golkar dalam menghadapi Pilkada Tanjungpinang tahun 2012 diputuskan pada 1 Juni 2012," katanya.

Ia mengemukakan, keputusan DPP Partai Golkar sesuai dengan rekomendasi yang diberikan oleh DPD Partai Golkar Tanjungpinang dan Kepri. DPP Partai Golkar menerima dua rekomendasi yaitu berkoalisi dengan PDIP untuk mengusung Lis Darmansyah-Syahrul atau mengusung Maya Suryanti sebagai calon wali kota.

"Saya yang mengantarkan surat rekomendasi tersebut. Keputusan DPP Golkar tidak mungkin di luar rekomendasi yang diberikan pengurus Tanjungpinang dan Kepri," ungkapnya.

Berdasarkan peraturan organisasi, kata dia, strategi pemenangan Pilkada Tanjungpinang tahun 2012 diatur oleh pengurus Tanjungpinang, namun keputusannya berada di tangan pusat. DPD Partai Golkar Tanjungpinang harus melaksanakan keputusan DPP Partai Golkar.

"Keputusan itu wajib dilaksanakan," ujarnya.

Tim Pemenangan Partai Golkar Tanjungpinang dan Kepri telah melakukan komunikasi politik secara intensif dengan Maya Suryanti yang telah diusung Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Persatuan Pembangunan (PKS dan PPP). Komunikasi politik akan membuahkan kesepakatan jika kedua belah pihak memiliki visi misi yang sama.

"Kalau dengan Lis Darmansyah sejak dulu komunikasi telah terjalin," katanya. (KR-NP/M009)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026