
Pasokan Air Bersih di Batam Normal Senin

Batam (ANTARA Kepri) - Corporate Communication Manager PT Adhya Tirta Batam (ATB) Enrico Moreno mengatakan, pasokan air untuk masyarakat Kota Batam Kepulauan Riau akan normal kembali pada Senin (4/6).
"Aliran air untuk seluruh wilayah Kota Batam akan sepenuhnya normal pada Senin esok," kata dia di Batam, Minggu.
Ia mengatakan, saat ini perbaikan pipa di kawasan Dam Duriangkang telah selesai. Namun untuk mengaliri sekitar 60-70 persen pelanggan air yang terhenti membutuhkan waktu bertahap hingga Senin.
"Untuk Batam Kota segera mengalir. Namun untuk daerah lain seperti Bengkong, Batubesar, Batuampar, Lubuk Baja baru akan normal pada Senin," kata dia.
Ia mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan air di wilayah Batam Kota yang saat ini telah kosong akibat terputusnya aliran sejak Sabtu membutuhkan waktu cukup lama.
Enrico mengatakan, sebelumnya telah memberitahu akan adanya penghentian sementara pasokan akibat pemeliharaan pipa utama yang dilakukan sejak Sabtu (2/6) malam.
Akibat aliran air yang terputus, pada Minggu siang seluruh pantai di kawasan Batam seperti Batubesar, Tanjungpinggir dan kawasan Barelang dipenuhi oleh warga. Mereka memilih mandi air laut dan membilas dengan air tanah karena tidak bisa mandi di rumah.
"Tidak ada sumber air lain yang bisa dimanfaatkan kecuali kami mandi di laut dan dibilas dengan air tanah. Pemutusan aliran air oleh ATB sangat merepotkan, karena berlangsung sangat lama," kata Titin di Pantai Batubesar.
Sementara pada sejumlah jasa pencucian baju yang ada di Batam, tampak tumpukan baju yang belum sempat dicuci karena pasokan air terhenti.
Pengusaha air isi ulang dalam kemasan di Batam juga mengeluh karena kehabisan suplai air sehingga terpaksa menutup usaha sampai aliran air kembali normal.
"Dari pagi warga berduyun-duyun membeli air, sementara persediaan tidak banyak. Terpaksa kami menutup usaha karena air sudah tidak ada lagi," kata pengusaha air isi ulang, Riko. (KR-LNO/S023)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
