
Jumlah Kios Pasar Baru Karimun Masih Kurang

Karimun (ANTARA Kepri) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau menyatakan jumlah kios di Pasar Baru Blok A Sei Lakam, Tanjung Balai Karimun masih kurang untuk menampung seluruh pedagang di Pasar Puakang Tanjung Balai Karimun.
"Jumlah pedagang di Pasar Puakang sekitar 600, sedangkan jumlah kios di Pasar Baru Blok A hanya 170. Jadi, masih kurang dan tidak mungkin semuanya direlokasi ke sana," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Karimun Sudarmadi di Tanjung Balai Karimun, Selasa.
Untuk itu, kata Sudarmadi, pemindahan pedagang Pasar Puakang akan dilakukan bertahap sesuai jumlah kios yang tersedia. Bagi pedagang yang tidak kebagian kios di Blok A, sementara tetap berjualan di Pasar Puakang sambil menunggu selesainya pasar baru blok B yang letaknya bersebelahan dengan blok A.
"Teknis pemindahan masih menunggu serah terima dari kontraktor pelaksana karena bangunan Pasar Baru Blok A masih dalam masa pemeliharaan. Kemungkinan baru bisa dioperasikan pada Juli atau Agustus," kata dia.
Menurut dia, jenis dagangan yang akan ditempatkan di Blok A kemungkinan tidak hanya untuk sayur mayur dan dagangan basah, tetapi juga barang kelontong dan pakaian.
"Pedagang sayur mayur dan ikan akan ditempatkan di lantai dasar, barang kelontong lantai dua dan pakaian di lantai tiga," katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan Pasar Baru Blok A akan dibangun secara modern sehingga lebih nyaman dan bersih dibandingkan Pasar Puakang yang sudah tidak layak dan sempit.
"Pengelola pasar tersebut masih menunggu keputusan bupati. Yang jelas, kami saat ini hanya mendata jumlah pedagang Pasar Puakang yang akan direlokasi, tidak hanya pedagang yang punya kios, tetapi juga pedagang kaki lima seperti pedagang sayur yang banyak berjualan di pagi hari," tuturnya.
Sementara Pasar Puakang, pascarelokasi para pedagang yang berjualan di sana, akan dijadikan sebagai pusat dagangan elektronik. (KR-RDT/H-KWR)
Editor: Kaswir
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
