
Rekam e-KTP Batam Capai 105.896 Orang

Batam (ANTARA Kepri) - Sebanyak 105.896 orang penduduk Kota Batam, Kepulauan Riau, telah melakukan rekam data kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) yang dilaksanakan sejak awal Juli 2012.
"Sampai saat ini sudah 105.896 orang penduduk yang melakukan rekam e-KTP, dan hingga September 2012 ditargetkan Batam harus menyelesaikan lebih dari 700 ribu orang," kata Kepala Dinas Kependudukan Kota Batam, Sadri Khairuddin di Batam, Senin.
Sadri mengatakan, hingga saat ini Kecamatan Batuampar sudah menyelesaikan rekam data 11.731 orang, Lubuk Baja 13.451 orang, Batam Kota 9.943 orang, Sekupang 9.682 orang, Batuaji 11.846 orang.
Selanjutnya Bengkong 7.554 orang, Kecamatan Nongsa (10.411), Sagulung (9.777), Sei Beduk (8.626), Belakang Padang (5.641), Bulang (2.650) dan Galang 4.585 orang.
Ia mengatakan, rekam data itu dilakukan 12 kecamatan dengan menggunakan 24 alat, masih tersisa sekitar 600 ribu orang penduduk Batam yang belum merekam data e-KTP.
Ia mengatakan, masih ada waktu hampir tiga bulan untuk menyelesaikan perekaman data tersebut dengan dibantu tambahan alat dari Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang.
"Masih cukup waktu untuk menyelesaikan target 700 ribu orang. Dengan tambahan alat yang sudah terpasang diharapkan setiap hari ada 700 jiwa yang melakukan rekam data," kata dia.
Sadri mengatakan, perekaman data e-KTP di Batam dilakukan selama sekitar 10 jam setiap hari termasuk Sabtu dan Minggu.
"Kami akan berupaya semaksimal mungkin agar target bisa terpenuhi. Walaupun perekaman harus dilakukan sampai malam hari," kata dia.
Bagi penduduk yang belum memiliki KTP SIAK, kata Sadri, akan dilayani setelah program e-KTP untuk sekitar 700 ribu orang penduduk selesai pada September 2012.
"Saat ini baru untuk yang terdaftar dan memiliki undangan. Bagi yang belum, akan dilakukan perekaman setelah program awal ini selesai," kata Sadri. (KR-LNO/E005)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
