Logo Header Antaranews Kepri

Asas Cabotage Efektif 98 Persen

Jumat, 13 Juli 2012 15:58 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Asas Cabotage yang mewajibkan kapal yang berlayar di wilayah perairan Indonesia hanya kapal Indonesia efektif berjalan 98 persen pada 2012.

"Tahun ini asas cabotage mendekati 99 persen," kata Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional Indonesia National Shipowner Assotiation di Batam, Jumat.

Ia mengatakan dari sisi jumlah dan berat kapal asas cabotage sudah hampir terpenuhi.

Namun, Menteri belum memastikan dampak asas cabotage yang berjalan kepada efesiensi di bidang logistik.

"Apa bawa efesiensi lebih bidang logistik, apa biaya logistik bisa ditekan," kata dia.

Seharusnya, kata Menteri menambahkan, seharusnya asas cabotage mampu menekan biaya dristibusi logistik hingga 50 persen.

Menteri mengatakan perlu dikaji dampak cabotage terhadap efesiensi perkapalan yang berujung pada pengurangan biaya dan harga akhir logistik di pasar.

Menurut dia, untuk menurunkan biaya distribusi logistik, ada hal lain yang perlu dilakukan.

"Sedang kami lihat, apa selain itu dilakukan, bukan cabotage semata," kata dia.

Pemerintah, kata dia, akan memberlakukan "mother vessel" atau Pendulum Nusantara untuk mengefesiensikan kapal-kapal pengangkut logistik.

Menurut Menteri pendulum Nusantara dapat mempermurah biaya angkut, karena kapal besar akan berlayar melalui enam pelabuhan besar Belawan, Batam, Tanjungpriok, Makassar dan Sorong mengangkut barang.

Di tempat yang sama, Ketua Umum INSA Carmelita Hartoto mengatakan jika Pendulum Nusantara terbentuk maka akan ada efesiensi.

"Kalau pendulum terbentuk, iya, ada referensi. Ke luar masuk efesien," kata dia.

Namun untuk efesiensi, pengadaan kapal besar perlu beberapa, tidak bisa satu, menyesuaikan kebutuhan pengiriman logistik.

Menurut dia, untuk efesiensi biaya dristibusi, masih ada beberapa masalah lain yang perlu diselesaikan.

"Kalau hambatan itu bisa diperkecil, dan kebijakan yang belum pro maritim diubah, maka bisa lebih baik," kata dia. (Y011/B008)

Editor: Dedi




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026