Logo Header Antaranews Kepri

Natuna dan Anambas Sulit Akses Umrah

Selasa, 17 Juli 2012 08:53 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Masyarakat Kabupaten Natuna dan Anambas kesulitan mengakses pendidikan di perguruan tinggi negeri Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).

"Kami sudah undang Natuna dan Anambas untuk mendaftar di UMRAH, tapi tidak ada yang datang. Katanya karena tidak bisa mengakses," kata Rektor UMRAH Prof Dr Maswardi M Amin di Batam, Selasa.

Pada tahun ajaran 2012-2013, tidak satu pun warga masyarakat Kabupaten Natuna dan Anambas yang menempuh pendidikan di UMRAH. Padahal pihak perguruan tinggi sudah mengundang para pelajar untuk meneruskan pendidikan di universitas negeri.

"Kami juga sudah datang ke sana, mengajak," kata rektor.

Pihak rektorat, kata dia, menyiapkan 60 bangku kuliah melalui proses undangan dan ujian. Pihak rektorat juga berharap mahasiswa dari Natuna dan Anambas juga dapat belajar di universitas baru tersebut, demi ketersebaran ilmu pendidikan di Kepri.

Menurut dia, sebagian besar pelajar undangan tidak bisa mengakses internet, karena semuanya disampaikan melalui internet.

"Bukan karena mereka tidak mau kuliah di UMRAH, tapi karena tidak bisa mengakses," kata dia.

Selain Natuna dan Anambas, pelajar dari Lingga dan Karimun juga sulit mengakses UMRAH.

Ia mengatakan hanya sedikit warga Lingga dan Karimun yang mengenyam pendidikan di UMRAH. "Hanya beberapa saja dari Lingga dan Karimun," kata dia.

Ia mengatakan sebagai universitas negeri, UMRAH mendapatkan alokasi anggaran dari pemerintah pusat.

"Untuk fakultas unggulan di Kelautan juga dianggarkan di APBN Rp2 miliar. Ada juga anggaran Rp74,77 miliar untuk pembangunan fisik dan peralatan kampus di Dompak," kata dia.

Sementara itu, ia mengatakan UMRAH belum memiliki dosen besertifikat Kementerian Pendidikan Nasional.

"Dosen kami satu pun belum bersertifikasi. Padahal sudah S2 (strata dua) dan S3. Tidak satu pun yang bersertifikat," kata Rektor UMRAH Prof Dr Maswardi M Amin di Batam, Senin.

Menurut dia, di seluruh kampusnya hanya dirinya yang sudah memiliki sertifikat kementerian.

Ia mengatakan, saat ini seluruh dosen universitas negeri itu masih dalam proses usulan untuk sertifikasi. (Y011/H-KWR)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026