Logo Header Antaranews Kepri

Gula Impor Kuasai Pasar Kepri

Senin, 23 Juli 2012 19:50 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Riau menyatakan gula impor dari India dan Thailand yang masuk secara ilegal menguasai pasar di wilayah tersebut.

"Gula impor masuk ke Batam, kemudian merembes ke berbagai daerah di Kepulauan Riau (Kepri)," kata Sekretaris Komisi II DPRD Kepri, Surya Makmur Nasution, di Tanjungpinang, Senin.

Distributor gula lokal, terutama di Batam, kata dia, tidak mampu menyaingi harga gula impor. Gula impor dijual Rp8.500,00/kg, sedangkan gula lokal Rp9.000,00/kg.

Padahal harga gula lokal seharusnya bisa ditekan hingga Rp6.000,00/kg. Disparitas harga gula lokal dan impor yang jauh membuat distributor gula lokal tidak mampu bersaing.

Harga gula lokal lebih tinggi karena dikenakan pajak dan biaya operasional sehingga membebani harga gula yang dijual kepada konsumen. Oleh karena itu, sejak Juni 2012 distributor gula lokal sudah tidak menjual gula di Batam.

Sementara itu, masyarakat Kepri membutuhkan gula sekitar 2.000 ton per bulan. Pemerintah Kepri telah mengajukan kuota gula impor sebanyak 13.000 ton. Namun, hingga sekarang belum disetujui pemerintah pusat.

"Kami sudah memeriksa gudang gula di Batam, ternyata sudah tidak ada persediaan gula lokal," ujarnya.

Ia mengemukakan bahwa peredaran gula impor tidak dapat dikendalikan pemerintah. Bahkan, gula impor di Batam merembes hingga ke Pulau Bintan.

Permintaan gula impor yang meningkat mendorong pengusaha gula itu diuntungkan.

"Harusnya pemerintah dapat mengendalikannya," katanya menandaskan.

Dari Batam dilaporkan, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, menyatakan bahwa gula impor yang beredar di pasar-pasar Batam ilegal.

"Belum ada kebijakan impor gula. Kalau ada di Batam, itu rembesan," kata Menteri usai meninjau pasar di Batam.

Menteri menegaskan bahwa pemerintah belum membuat kebijakan impor sehingga bila ada beredar, itu bukan berasal dari penetapan pemerintah.

Ia mengatakan belum ada alasan untuk mengimpor gula karena harganya sedang turun.

"Harga gula dunia sedang turun drastis karena sedang panen di mana-mana," kata dia.

Namun, kementerian akan mengkaji penetapan impor gula untuk Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, Bintan, dan Karimun.

"Gula impor akan dikaji dahulu," kata Menteri. (KR-NP/D007)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026