
Warga Kepri Tidak Berminat Bekerja di Malaysia

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Masyarakat Provinsi Kepulauan Riau tidak berminat bekerja di Malaysia, meski peluang pekerjaan di sektor formal cukup besar.
"Tenaga kerja di Kepri lebih banyak tinggal di Batam, namun mereka tidak berminat bekerja di pabrik-pabrik di Malaysia, karena gajinya hampir sama dengan gaji di perusahaan industri di Batam," kata Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Mangampin Simamora di Tanjungpinang, Selasa.
Ia mengatakan Malaysia yang bertetangga dengan Kepri membutuhkan ribuan tenaga kerja asal Indonesia untuk bekerja di pabrik dan perkebunan. Namun, masyarakat Kepri terutama yang tinggal di Batam tidak berminat, meski informasi peluang kerja itu telah disosialisasikan oleh BP3TKI.
Gaji yang diberikan pengusaha di sektor formal di Malaysia antara Rp1,5 juta hingga Rp2 juta. Gaji sebesar itu dapat diperoleh pekerja di Batam. "Mungkin mereka berminat jika tawaran gajinya lebih tinggi,"katanya.
Sedangkan Singapura yang juga bertetangga dengan Kepri lebih banyak membutuhkan tenaga kerja di sektor informal, seperti pembantu rumah tangga. "Tentu pekerjaan itu lebih tidak diminati masyarakat Kepri," ujarnya.
Menurut dia, peluang kerja yang mungkin menarik perhatian masyarakat Kepri, terutama Batam berada di Taiwan dan Arab Saudi, karena gajinya lebih besar dan biaya hidup yang tidak tinggi. Kedua negara itu juga membutuhkan tenaga kerja yang banyak untuk sektor formal.
Namun, hal itu kurang diketahui masyarakat Kepri. Padahal masyarakat Kepri dapat menjadi tenaga kerja mandiri untuk bekerja di negara tersebut.
"Kami terus berkoordinasi dengan balai pelatihan ketrampilan di Batam. Peluang kerja di negara itu selalu disosialisasikan," katanya.
BNP2TKI mencatat penempatan TKI asal Kepri pada tahun 2011 berjumlah 261 orang, sedangkan Januari-Juni 2012 sebanyak 225 orang. Sementara jumlah TKI yang berangkat ke Malaysia melalui Kepri pada Januari-Juli 2012 sebanyak 1.589 orang.
ebanyak 1.010 orang TKI asal daerah lain di Indonesia yang berangkat melalui Kepri bekerja di Malaysia, sedangkan yang bekerja di Singapura sebanyak 533 orang.
"Tidak semua TKI bekerja melalui jasa agen. Beberapa TKI secara mandiri melakukan kontrak kerja langsung dengan majikannya," katanya. (KR-NP/M008)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
