
Bupati Nurdin Merakyat Lewat Masjid

Karimun (ANTARA Kepri) - TIADA hari tanpa berkunjung ke masjid. Ungkapan tersebut pantas ditujukan kepada sosok Nurdin Basirun yang menjabat Bupati Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.
Nurdin yang genap berusia 55 tahun pada 7 Juli lalu, seakan tidak mengenal lelah bepergian ke masjid-masjid di pulau-pulau Kabupaten Karimun yang memiliki sekitar 298 pulau.
Kedekatan Nurdin dengan masjid sebenarnya tidak hanya pada bulan Puasa, tetapi juga pada hari-hari biasa. Pada subuh hari, ia sudah hadir di masjid menunaikan shalat berjamaah tidak jauh dari kediaman pribadinya di Bukit Senang, Tanjung Balai Karimun, begitu juga waktu zhuhur apalagi Maghrib dan Isya.
"Kalau mau cari Bupati, cari saja di masjid," kata Syaiful, jamaah Masjid Baiturrahman, Teluk Air, yang menggambarkan kedekatan Nurdin dengan masjid.
Kepala Bagian Humas Sekretariat Kabupaten Karimun Muhammad Yosli mengatakan, intensitas kunjungan Nurdin ke masjid-masjid makin tinggi selama Puasa.
"Jadwal kunjungan Bupati ke masjid-masjid setiap hari, bukan hanya di Pulau Karimun Besar, tetapi sampai ke pulau-pulau terjauh," kata Yosli.
Menurut Yosli, kunjugan ke masjid-masjid tersebut juga dirangkai dengan penyaluran bantuan kepada para pegiat keagamaan, anak yatim dan kaum dhuafa.
"Safari Ramadhan sudah menjadi agenda rutin setiap Puasa," katanya.
Sejak awal Ramadhan, Nurdin yang mantan pelaut itu, hampir tiap sore berlayar hanya sekadar menggelar buka puasa dan shalat tarawih berjamaah di pulau-pulau, bahkan ke pulau terjauh dalam cuaca ekstrem sekalipun.
Pada akhir pekan lalu, Nurdin bersama sejumlah kepala dinas mengunjungi Desa Tanjung Judah di Kecamatan Moro yang dikenal berombak ganas, apalagi pada malam hari.
Satu hari sebelumnya, ia juga berkunjung ke masjid Desa Sebele, Pulau Belat, Kecamatan Kundur Utara, yang merupakan sebuah pulau dengan jarak tempuh sekitar satu jam dari Tanjung Balai Karimun.
Biasanya, ia baru kembali dari pulau-pulau antara pukul 22.00 hingga pukul 23.00 WIB dengan menggunakan kapal Pemkab Karimun atau kapal carteran.
"Bagi saya, berkunjung ke masjid bagian dari ibadah sekaligus menunaikan amanah masyarakat," katanya.
Cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi merupakan sebuah ancaman saat berlayar malam hari, apalagi kapal ditumpanginya pernah kandas pada sebuah batu karang usai menghadiri penutupan Musabaqah Tilawatir Quran di Pulau Buru Kecamatan Buru beberapa waktu lalu.
"Kalau masalah cuaca dan gelombang besar sudah biasa mengingat Karimun memang daerah kepulauan, yang penting harus bertawakkal dan berdoa kepada Allah agar selamat dalam perjalanan," katanya.
Menurut Nurdin, selain dekat dengan masjid, ia juga akrab dengan para mubaligh. Tak heran jika banyak mubaligh dan ustadz rajin mendampinginya saat melakukan kunjungan keagamaan, baik yang diselenggarakan pemerintah daerah maupun masyarakat, semisal pesantren kilat atau pemberian santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa.
"Membangun masyarakat harus dimulai dari agama, pemerintah daerah mendorong tumbuh dan berkembangnya kegiataan keagamaan, apalagi di bulan suci Ramadhan karena ibadah yang kita tunaikan mendapat pahala berlipat ganda dari Allah SWT," tuturnya.
Upaya mendekatkan masyarakat dengan masjid, menurut dia merupakan bagian dari program pembangunan di Bumi Berazam yang salah satu azam (slogan)-nya adalah peningkatan kualitas iman dan takwa.
Dia mengimbau warga masyarakat agar cinta dengan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan.
"Bulan puasa ini merupakan momentum untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Karena itu, saya mengajak masyarakat untuk berlomba-lomba meraih keberkahan di bulan Ramadhan ini," tuturnya.
Nurdin yang sudah dua periode menjabat Bupati itu mengaku dirinya tidak begitu gemar dengan kegiatan birokrasi yang serba protokoler dan kaku.
"Saya ini orang lapangan, sudah sejak dulu dekat dengan masyarakat," ucapnya.
Tak heran kalau bagian protokoler Pemkab Karimun sering kecolongan ketika Nurdin tiba-tiba berkunjung dalam sebuah kegiatan kemasyarakatan tanpa didampingi ajudan atau bawahannya. (KR-RDT/H-KWR)
Editor: Kaswir
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
