Logo Header Antaranews Kepri

Kemenlu Agendakan "Diplomatic Tour" di FTZ

Senin, 13 Agustus 2012 20:56 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Kementerian Luar Negeri menjadwalkan Diplomatic Tour pada September 2012 ke kawasan perdagangan bebas (FTZ) Batam Bintan Karimun sebagai langkah promosi investasi yang akan diikuti perwakilan 20 negara.

"Berdasarkan keterangan terakhir yang kami peroleh dari Kementerian Luar Negeri, kegiatan tersebut akan diikuti beberapa duta besar," kata Kasubdit Humas dan Publikasi Badan Pengusahaan (BP) Batam, Ilham Eka Hartawan di Batam, Senin.

Para Duta Besar tersebut akan mengadakan diskusi dengan peserta pejabat Kemenlu, perwakilan dubes asing, pejabat Pemerintah Daerah Batam, BP Batam dan perwakilan pengusaha sebelum melakukan kunjungan ke kawasan bebas Batam Bintan Karimun.

BP Batam bersama Kemenlu, kata dia, akan meningkatkan promosi peluang investasi dan akses produk yang ada di FTZ ke negara-negara yang ikut dalam kunjungan tersebut.

Sebelumnya, kata dia, selama 2012 BP Batam sudah beberapa kali menerima kunjungan perwakilan negara-negara asing yang tertarik menanamkan modal di Batam.

Beberapa diantaranya adalah delegasi ASEAN, Dubes Jepang untuk Singapura, Dubes AS untuk Indonesia dan Dubes AS untuk Singapura, serta Dubes Slovakia.

Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) pada 2012 menargetkan jumlah investor asing akan naik 20 persen dibanding tahun sebelumnya.

"Pada 2011 ada 80 PMA yang masuk, tahun ini kami targetkan naik menjadi 100 PMA," kata Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Humas BP Batam, Dwi Djoko Wiwoho.

Djoko mengatakan target pada 2012 cukup realistis jika melihat kondisi Batam yang kondusif, kemudahan proses perizinan, dan upah buruh yang masih kompetitif.

"Target sebanyak 100 PMA merupakan indikasi bahwa iklim investasi Batam masih kondusif. Dari awal tahun, sudah banyak yang menyampaikan minatnya menanamkan modal di Batam. Beberapa juga sudah terealisasi," ujarnya.

Untuk mencapai target tersebut, BP Batam masih fokus akan melakukan agenda promosi besar-besaran ke sejumlah negara-negara asal penanam modal terutama kawasan Asia seperti Jepang, Korea, Taiwan, China dan Rusia.

Djoko menilai saat ini kawasan perekonomian Asia masih lebih prospektif dibanding Eropa dan Amerika yang masih kesulitan memulihkan perekonomian pascakrisis yang melanda kawasan tersebut.

"Asia lebih prospektif dibanding negara Eropa dan Amerika yang tengah mengalami krisis global. Pada 2011, negara Asia juga mendominasi penanaman modal di Batam," kata dia. (KR-LNO/E001)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026