
Warga Batam Padati Jembatan Barelang

Batam (ANTARA Kepri) - Ribuan orang Kota Batam, Kepulauan Riau. memadati Jembatan I dan II Barelang pada hari kedua Idul Fitri 1433 Hijriah, Senin.
Warga dari berbagai penjuru kota menikmati liburan dengan pemandangan laut dan pulau-pulau kecil di atas jembatan yang dibangun ketika Badan Otorita Batam diketuai BJ Habibie tahun 1990-an.
"Wisata murah meriah," kata warga Tanjung Piayu, Batam, Rumayah.
Rumayah, suami dan dua anaknya mengendarai sepeda motor untuk berliburan di Jembatan I Barelang.
Motor-motor diparkir di sepanjang badan jalan jembatan, begitu pula mobil sehingga memadati jembatan jalur kiri dan kanan.
Sebagian warga duduk di pinggir pagar, sebagian menghabiskan waktu memancing dan sebagian lain menikmati jagung bakar dan jajanan di sekitar jembatan.
Warga Batu Aji, Lia, datang bersama keluarganya yang datang dari Medan.
"Ke Batam, harus ke Barelang. Waktu Lebaran pun lihat Barelang, tidak ke Batam kalau belum ke Barelang," kata dia, seperti mempromosikan potensi wisata kotanya.
Lia mengaku setiap Lebaran selalu menghabiskan waktu di Jembatan Barelang. "Seperti sudah tradisi ke sini, sekadar ngobrol sambil makan-makan," kata dia.
Selain memadati sekitar "Golden Gate" Batam, ratusan warga juga menyemuti Pantai Tanjung Pinggir, Sekupang.
Sebagian warga berenang, menikmati makanan dan pemandangan pantai dengan latar belakang gedung pencakar langit Singapura.
Warga Tiban, Rani, mengatakan memilih menghabiskan hari ke dua Lebaran dengan berlibur untuk memanjakan anak.
"Ini merupakan hadiah untuk anak saya yang puasanya penuh," kata dia yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga paruh waktu.
Selain dekat, ia mengatakan memilih wisata di Pantai Tanjung Pinggir karena relatif murah. Untuk memasuki arena pantai hanya dikenai Rp10.000 per motor.
Kebanyakan pengunjung Pantai Tanjung Pinggir memang berkendara sepeda motor. Karena pantai itu sulit dijangkau kendaraan umum. (Y011/A013)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
