Logo Header Antaranews Kepri

Pusat Perdagangan di Karimun Sepi

Selasa, 21 Agustus 2012 00:51 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA Kepri) - Pusat perdagangan di Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, pada Senin atau hari kedua Lebaran 2012, masih sepi.

ANTARA melaporkan, sebagian besar rumah toko di sepanjang Jalan Nusantara, Jalan Trikora, Jalan Pramuka dan ruas jalan lainnya masih tutup.

Beberapa toko yang tetap buka adalah konter penjualan pulsa dan telepon seluler, sedangkan pintu toko pakaian, barang elektronik dan kelontong digembok pemiliknya.

Aktivitas perdagangan di pusat penjualan pakaian di Pasar Sri Karimun juga tutup. Kondisi sama juga tampak di Pasar Puakang, hanya beberapa kios sayur-mayur yang tetap buka mulai pukul 09.00 WIB hingga 15.00 WIB.

Alvin, pemilik toko kelontong di Jalan Nusantara mengatakan sementara perniagaannya ditutup untuk memberikan kesempatan bagi karyawannya untuk merayakan Lebaran.

"Kasihan karyawan kalau toko tetap buka, mereka juga ingin merayakan Lebaran bersama keluarga. Besok baru buka lagi, itupun karyawan masih libur sehingga yang menjaga toko hanya kami sendiri" katanya.

Menurut dia, kalaupun buka, pembeli juga sepi sehingga ia memutuskan untuk tutup.

"Mumpung tutup, kami juga bisa memanfaatkan liburan Lebaran untuk berkunjung ke rumah teman-teman yang merayakan Lebaran," kata dia lagi.

Ahui, pedagang kelontong di Pasar Puakang mengatakan kiosnya tetap buka namun karyawannya diliburkan.

"Kami tidak berlebaran, jadi toko tetap buka. Hanya karyawan yang diliburkan," ucapnya.

Pemandangan yang sama juga tampak di pusat pertokoan sepanjang Jalan A Yani Kecamatan Meral, sebagian besar toko, kecuali konter "handphone" dan warung kopi tutup semua.

Johny, pemilik toko elektronik di Meral mengatakan toko miliknya tutup selama dua hari libur Lebaran.

"Percuma buka karena sepi pembeli. Lagi pula karyawan tentu ingin bersilaturahim bersama keluarga," ucapnya.

eski pusat pertokoan tutup, sejumlah swalayan dan minimarket, seperti Swalayan Padi Mas, Oriental, Indo A Yani tetap buka dan justru dipadati pembelanja. (KR-RDT/A013)

Editor: Jo Seng Bie



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026