
Pelayanan Pengangkutan Sampah di Batam Kembali Normal

Batam (ANTARA Kepri) - Pelayanan pengangkutan sampah di Kota Batam, Kepulauan Riau, Kamis mulai kembali normal setelah sampah menumpuk di berbagai perumahan dalan suasana liburan Lebaran.
"Hari ini pelayanan sampah kembali normal," kata Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Batam Suleman Nababan di Batam, Kamis.
Ia mengatakan mulai Kamis, seluruh petugas kebersihan dikerahkan mengangkut sampah-sampah yang berserakan di pemukiman warga dan jalan-jalan.
Nababan mengakui pelayanan pengangkutan sampah pada awal Lebaran berkurang.
"Sebenarnya petugas kebersihan tidak diliburkan. Tapi mereka juga berlebaran, kami tidak bisa melarang, itu hak asasi," kata dia.
Selain itu, saat Lebaran volume sampah kota juga meningkat sekitar 10 persen, kata dia, sehingga menambah tumpukan limbah di pemukiman.
"Sampah-sampah pada Lebaran juga bertambah sekitar 10 persen," kata dia.
Kepala Dinas mengingatkan warga masyarakat tidak membuang sampah sembarangan karena mengganggu kebersihan kota.
Ia mengatakan saat Lebaran, banyak masyarakat membuang sampah di badan jalan.
"Di Sei Harapan misalnya, banyak sampah di bahu jalan," kata dia.
Sampah rumah tangga menumpuk di beberapa tempat pembuangan sementara di Batam pada hari ke-4 Lebaran 2012.
"Sampah sudah lama tidak diangkut, mungkin karena petugasnya libur Lebaran," kata warga Batu Aji, Amir.
Bahkan, kata dia, di dekat SP Plaza sampah meluap hingga mengeluarkan bau menyengat.
"Di dekat SP Plaza itu baunya sudah ke mana-mana karena sampahnya sudah lama enggak diangkut," kata Amir.
Warga Tanjung Piayu, G Butarbutar juga mengeluhkan tidak terangkutnya sampah beberapa hari setelah Lebaran.
"Sampah berserakan, sudah sekitar dua minggu tidak terangkat," kata dia.
Akibatnya, sampah rumah tangga di depan rumah warga dikerubungi lalat dan mengeluarkan bau busuk.
Butarbutar mengatakan khawatir sampah menimbulkan penyakit bagi warga sekitar.
"Yang saya takut, penyakit. Sampah ini tidak bisa dibiarkan," kata dia.
Warga Batam Kota Sushi juga mengatakan hal senada. Ia mengatakan khawatir tumpukan sampah menimbulkan berbagai penyakit.
"Apalagi anak saya masih bayi," kata dia.
Di perumahannya, sampah tidak terangkut sejak beberapa hari menjelang Lebaran.
"Iya, sampah menumpuk, sudah lama tidak ada yang mengangkut," kata dia.(Y011/A013)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
