Logo Header Antaranews Kepri

DPRD Kepri Paksakan Pindah ke Dompak

Rabu, 5 September 2012 16:05 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - DPRD Provinsi Kepulauan Riau memaksakan diri pindah ke kantor baru di Pulau Dompak, Tanjungpinang, walaupun belum tersedia aliran listrik PLN dan sambungan air bersih.

"Kalau tidak dipaksakan selamanya akan menggunakan kantor lama. Karena itu, anggota DPRD Kepulauan Riau (Kepri) sepakat pindah kantor dalam waktu dekat," kata Ketua Fraksi Amanat Nasional DPRD Kepri, Yudi Carsana, di Tanjungpinang, Rabu.

Bahkan DPRD Kepri sepakat tidak akan melaksanakan rapat paripurna istimewa Hari Jadi Kepri pada 24 September 2012 jika tidak dilaksanakan di Dompak.

"Bangunannya sudah berdiri, tetapi listrik, air dan perlengkapan perkantoran belum ada. Kemungkinan penerangan menggunakan genset, sedangkan air dibeli dari pihak ketiga," ujarnya yang Komisi II DPRD Kepri.

Bangunan baru Kantor DPRD Kepri merupakan salah satu paket proyek tahun jamak untuk pusat Pemerintahan Kepri di Dompak senilai Rp1,3 miliar yang dilaksanakan tahun 2007-2010.

Anggaran untuk pembangunan gedung DPRD Kepri di Dompak sebesar Rp71,25 miliar, sementara manajemen konstruksi pembangunan infrastruktur Rp24 miliar, Kantor Pemprov Kepri dan dinas Rp274 miliar, Masjid Raya dan Islamic Centre Rp110 miliar, pembangunan jembatan Rp244,585 miliar, pembangunan jalan utama Rp196,886 miliar, jalan penghubung Pulau Dompak Rp51,592 miliar dan jalan lokal Rp57,552 miliar.

Pemerintah juga menetapkan anggaran untuk pembangunan Universitas Maritim Raja Ali Haji Rp50 miliar, gedung Lembaga Adat Melayu Rp20 miliar, rumah sakit provinsi Rp140 miliar, pemotongan bukit Bandara Raja Haji Fisabilillah Rp58 miliar dan pembangunan Kantor Dispenda Kepri Rp33,5 miliar.

Saat ini, kata Yudi, seluruh anggota dan staf DPRD Kepri berkantor di Gedung Day Club. Biaya sewa gedung sekitar Rp3 miliar/tahun.

"Kantor lama masih tetap dipergunakan hingga akhir tahun 2012," ungkapnya.

Sementara Wakil Ketua Komisi I DPRD Kepri, Suhkri Fahrial, yang juga anggota Badan Musyawarah, mengatakan, mulai 24 September 2012 seluruh kegiatan rapat paripurna dilaksanakan di kantor baru.

Perpindahan kantor harus dipaksakan, karena peralatan yang terpasang, seperti kabel dan mesin pendingin ruangan dicuri. Jika tidak pindah segera, dikhawatirkan peralatan lainnya juga dicuri.

"Kantor lama masih dipakai, disesuaikan dengan kebutuhan. Tetapi semua perlengkapan dipindahkan ke Dompak," katanya yang diusung Partai Hati Nurani Rakyat. (NP/A013)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026