
Jenazah WNI Dipulangkan ke Batam

Batam (ANTARA Kepri) - Satu lagi jenazah warga negara Indonesia korban penembakan Polisi Diraja Malaysia pada awal September 2012 dipulangkan ke Batam, Rabu.
"Informasi dari Kementerian Luar Negeri, satu orang lagi jenazah WNI yang ditembak di Malaysia dipulangkan hari ini," kata Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Batam Ardi Winata.
Jenazah itu atas nama Abdul Hamid (33) dengan alamat Batu Merah RT 003 RW 001, Kelurahan Batu Merah, Kecamatan Batu Ampar, Batam.
Jenazah akan diantar perwakilan Kementerian Luar Negeri, dan diberangkatkan ke Batam dari Kuala Lumpur melalui Jakarta.
Kementerian Luar Negeri sebelumnya memulangkan dua orang korban penembakan Polisi Diraja Malaysia Osnan dan Joni ke Batam dan satu lainnya ke Sidoarjo.
Jenazah Osnan dan Joni dimakamkan berdampingan di Taman Makam Sei Langgeng, Batam.
Empat orang WNI ditembak mati Polisi Malaysia karena diduga merampok di negeri jiran.
Sebelum pemulangan, beredar kabar organ tubuh jenazah hilang dan dijual karena keluarga menemukan beberapa luka jahitan sisa otopsi.
Dokter spesialis forensik Polda Kepulauan Riau menyimpulkan tubuh Joni yang meninggal tertembak di Malaysia masih utuh meski sempat ada dugaan pencurian organ.
Kepolisian Daerah Kepulauan Riau kemudian melakukan otopsi ulang di Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam beberapa saat setelah jenazah Joni tiba di Batam.
Dokter di Polda Kepri Novita W mengatakan seluruh organ yang sempat diduga dicuri di Malaysia seperti jantung, hati dan organ lain, saat dilakukan otopsi ulang ternyata masih utuh.
"Sekarang sudah jelas tidak ada yang hilang. Selama ini keluarga mencurigai beberapa organ Joni hilang saat dilakukan otopsi di Malaysia," kata dia.
Kepolisian meminta agar kabar tentang pencurian organ tubuh dihentikan, karena tidak terbukti.(Y011/E005)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
