
Kecelakaan KRL, Polisi masih identifikasi 10 kantong jenazah

Jakarta (ANTARA) - Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur masih mengidentifikasi sebanyak 10 kantong jenazah korban kecelakaan antara kereta rel listrik (KRL) Commuter Line dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4) malam.
"Betul, ada 10 kantong jenazah yang kami terima di RS Polri," kata Kepala RS Polri Kramat Jati, Brigjen Pol. Prima Heru Yulihartono saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa.
Seluruh jenazah kini tengah menjalani proses identifikasi oleh tim forensik. Proses tersebut dilakukan guna memastikan identitas para korban sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
"Kantong-kantong jenazah yang kami terima sedang diidentifikasi," ujar Prima.
Menurutnya, kantong jenazah mulai tiba di RS Polri pada Selasa pagi sekitar pukul 03.00 WIB.
Namun, hingga saat ini proses identifikasi belum rampung. Tim Disaster Victim Identification (DVI) masih bekerja untuk mencocokkan data sebelum kematian (ante mortem) dan setelah kematian (post mortem) guna memastikan identitas korban secara akurat.
Prima belum merinci identitas korban maupun jumlah yang telah berhasil dikenali. Seluruh proses masih berlangsung dan membutuhkan waktu.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: RS Polri masih identifikasi 10 kantong jenazah korban tabrakan KRL
Pewarta : Siti Nurhaliza
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
