Logo Header Antaranews Kepri

Pekerja Asing Batam Ikut Peringati Hari Batik

Selasa, 2 Oktober 2012 19:42 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Sejumlah pekerja berkewarganegaraan asing yang bekerja di Batam ikut memperingati Hari Batik dengan mengenakan pakaian nasional itu.

"Saya senang memakai batik," kata Ronny Wright, warga negara Australia di Batam, Selasa.

Ia mengatakan, bersama-sama koleganya mengenakan batik untuk memperingati Hari Batik.

"Ada pengumuman yang diedarkan untuk mengenakan batik, makanya kami pakai," kata dia yang ditemui di sebuah hotel berbintang di Batam.

Ronny mengatakan kagum dengan batik karena memiliki corak yang khas dan spesifik.

Ia mengaku memiliki beberapa helai kemeja batik untuk dikoleksi.

"Saya beli di Batam saja, tidak sampai bepergian ke Jawa," kata dia.

Berbeda dengan pekerja asing, perayaan Hari Batik Nasional pada 2 Oktober 2012 tidak tidak begitu terlihat di Jajaran Pemerintahan Kota Batam, padahal kota itu ditetapkan sebagai pusat promosi batik Indonesia untuk kawasan ASEAN.

Wakil Wali Kota Batam, Rudi mengatakan, tidak ada instruksi khusus mengenakan batik.

"Tidak ada instruksi dari wali kota, jadi seluruh pegawai negeri sipil tetap mengenakan pakaian dinas harian seperti biasa," kata Wakil Wali Kota.

Menurut Rudi, wajib Batik di Batam adalah hari Kamis, dan Jumat Hari Pakaian Melayu, selain hari itu, PNS mengenakan baju dinas.

"Wali Kota telah menetapkan semua PNS dan pegawai pemerintahan wajib menggunakan batik pada hari Kamis. Jadi hari ini tetap dengan pakian seragam seperti ketentuan yang telah diatur," kata Rudi.

Ia mengatakan, walaupun hari ini tidak mengenakan batik, namun Pemerintah Kota Batama tetap komitmen mengembangkan batik sebagai warisan dunia.

"Batam telah memiliki berbagai motif batik yang sudah dipatenkan. Motif-motif baru juga terus dikembangkan," kata dia.

Pada 2 Oktober ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional, setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 17 November 2009 menerbitkan Keputusan Presiden 33/2009 tentang Hari Batik Nasional.

Pemilihan 2 Oktober mengingat pada tanggal itu Badan PBB yang membidangi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO) secara resmi mengakui batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia.

UNESCO memasukkan batik dalam Daftar Representatif Budaya Tak Benda Warisan Manusia. Pengakuan terhadap batik merupakan pengakuan internasional terhadap mata budaya Indonesia.

Penerbitan Kepres 33/2009 tersebut sebagai usaha pemerintah meningkatkan citra positif dan martabat bangsa Indonesia di forum internasional, serta untuk menumbuhkan kebanggaan dan kecintaan masyarakat terhadap kebudayaan Indonesia. (Y011/S023)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026