
Pertumbuhan Kontainer Batam Sampai Dua Juta Teu's

Batam (ANTARA Kepri) - Badan Pengusahaan (BP) Batam memperkirakan pertumbuhan kontainer di Batam hingga lima tahun kedepan melampaui dua juta Twenty Feet Equivalent Units (TEU's) jika pembangunan infrastruktur bisa dilakukan segera.
"Pertumbuhannya sangat pesat dan dalam lima tahun ke depan dipastikan melebihi dua juta TEU's," kata Anggota Deputi Lima BP Batam, Asroni Harahap di Batam, Selasa.
Agar dapat menampung kontainer tersebut, kata dia, saat ini BP Batam tengah membangun dermaga terminal Batuampar dan merencanakan pembangunan Pelabuhan Tanjungsauh berkapasitas empat juta TEU's.
Selain pelabuhan, kata dia, rencananya BP Batam juga akan membangun infrastruktur Batam, seperti pengembangan bandara, pembuangan air limbah, kereta api dan jalan tol.
"Untuk membangun itu semua tidak mungkin dilakukan sendiri oleh BP Batam. Makanya BP Batam mempromosikan rencana pembangunan tersebut ke Amerika," kata dia.
Berdasarkan data BP Batam, hingga 2011, Pelabuhan Peti Kemas Batuampar yang memiliki kapasitas 200 ribu TEU's telah mengalami overkapasitas karena harus menampung 350 ribu TEU's. Sejak awal 2012, BP Batam mengembangkan pelabuhan tersebut dengan kapasitas 1,2 TEU's dengan anggaran sekitar Rp366 miliar dan direncanakan selesai pada akhir 2014.
Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Humas(PTSP dan Humas) BP Batam Dwi Djoko Wiwoho di Batam, Minggu (30/9), mengatakan, kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam, Kepulauan Riau, dipromosikan di Washington DC dan New York, Amerika Serikat (AS).
Promosi itu dipimpin Kepala Badan Pengusahaan (BP) KPBPB Batam Mustofa Widjaja antara lain berupa pertemuan dengan Kementerian Luar Negeri AS dalam acara "Global Infrastructure Conference" (GIC) pada 20 September 2012 yang dihadiri Menlu AS Hillary Rodham Clinton.
Mustofa dalam pertemuan GIC di Washington DC yang dimoderatori Kepala Ekonomi Kemenlu AS Heidi Cerebo-Rediker dengan jumlah peserta yang hadir sebanyak 60 perusahaan di antaranya Bechtel, City Group, Exxon Mobil, IBM, Honeywell, Microsoft, Caterpillar dan HDR, menyampaikan rencana pembangunan infrastruktur Batam, seperti pelabuhan laut, pengembangan bandara, pembuangan air limbah, kereta api dan jalan tol.
Sejumlah pertanyaan yang muncul antara lain bagaimana hubungan antara Batam dengan Singapura dan seberapa besar presentase yang diperbolehkan bagi pihak asing untuk dapat ambil bagian dalam proyek pengembangan infrastruktur di Batam, kata Djoko.(KR-LNO/S006)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
