Logo Header Antaranews Kepri

Presiden Batal Buka TTG di Batam

Senin, 8 Oktober 2012 20:59 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono batal membuka Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional XIV di Batam yang rencananya diselenggarakan Rabu (10/10).

"Pak Presiden tidak bisa ke Batam termasuk wapres," kata Wakil Wali Kota Batam Rudi di Batam, Senin.

Ia mengatakan tidak tahu alasan pasti Presiden mengurungkan niat ke Batam.

"Lebih jelasnya tanya ke provinsi karena Pemko hanya men-support kegiatan tersebut," kata dia.

Gelar TTG akan dihadiri seluruh gubernur di Indonesia dan rencananya Pesiden membuka pameran hasil kreasi anak Indonesia berupa teknologi tepat guna pada 10 hingga 14 Oktober 2012.

Berbagai persiapan menyambut Kepala Negara sudah dipersiapkan sejak pertengahan September 2012.

Kepala Dinas Pasar dan UMKM Kota Batam Amsakar Ahmad mengatakan pemerintah menyiapkan prosesi khas Melayu untuk menyambut kepala daerah yang tiba di Bandara Hang Nadim.

Sementara itu, Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Bersama Rakyat menolak lokasi pelaksanaan Gelar Teknologi Tepat Guna yang rencananya dilaksanakan di Kawasan Pelabuhan Harbour Bay, Batam.

"Kenapa pelaksanaan acara nasional di Harbour bay, karena tempat itu ilegal," kata Koordinator Gebrak Batam Uba Ingan Sigalingging.

Pelabuhan Harbour Bay dianggap ilegal karena belum mengantongi perizinan Kementerian Perhubungan terkait peralihan status pelabuhan khusus menjadi pelabuhan umum.

Uba, dalam aksi unjuk rasa mempertanyakan etika politik pemerintah provinsi yang menyelenggarakan kegiatan yang rencananya dihadiri Presiden di tempat bermasalah.

"Harusnya tidak di situ karena Harbour Bay bermasalah," kata dia.

Menurut dia, Pemerintah Provinsi menunjukan sikap melindungi praktek ilegal dengan penyelenggaraan di Harbour Bay.

Padahal, kata dia melanjutkan, Batam memiliki banyak gedung bagus yang legal dan dimiliki pemerintah.

"Batam punya Gedung Politeknik, atau gedung IT BP Batam, kenapa tidak pakai gedung itu," kata dia.

Pemaksaan kegiatan di tempat bermasalah, kata dia, merupakan bentuk arogansi kekuasaan.

"Jangan karena ada kepentingan pengusaha makanya dipaksakan diadakan di sana," kata Sigalingging.

Penggunaan gedung Harbour Bay, kata dia, merupakan bentuk pemborosan uang rakyat. Karena kalau diselenggarakan di Gedung Politeknik atau Gedung IT BP Batam, maka biaya bisa ditekan.

Pemerintah Kota bersama Kementerian Riset dan Teknologi menyelenggarakan Gelar Teknologi Tepat Guna untuk memamerkan berbagai temuan teknologi bermanfaat oleh pemuda-pemudi Indonesia.(Y011/D009)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026