Logo Header Antaranews Kepri

Gubernur Minta Masyarakat Kepri Jaga Persaudaraan

Jumat, 26 Oktober 2012 15:53 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Gubernur Kepulauan Riau, Muhammad Sani meminta pada ribuan umat muslim yang melaksanakan shalat Idul Adha 1433 Hijriyah di Dataran Engku Putri Batan Centre menjaga persaudaraan demi kemajuan provinsi tersebut.

"Mari kita jaga persaudaraan antar sesama demi kemajuan Provinsi Kepri dan Bangsa Indonesia," kata Sani saat menjadi khatib shalat Idul Adha, Jumat.

Dalam ceramah keagamaannya Sani mengatakan sesungguhnya salah satu hikmah utama Idul Adha adalah memberi pelajaran tentang nilai-nilai persaudaraan yang harus dijabarkan oleh seluruh kaum muslimin di dalam kehidupan sehari-hari.

Kurban bagi yang mampu akan memberikan kebahagiaan bagi masyarakat yang kurang mampu.

"Kurban bisa meningkatkan persaudaraan antara umat muslim, antar orang yang berkurban dengan masayarakat yang menerima daging kurban. Itu salah satu perwujudan persaudaraan antarumat muslim," kata dia.

Ia berharap, momen Idul Adha 1433 Hijriyah sebagai momentum meningkatkan kebersamaan, mencegah perpecahan sehingga akan mempercepat pembangunan Kepri.

"Mari sama-sama berupaya menjaga kerukunan sehingga kesejahteraan masyarakat Kepri segera terwujud," kata dia.

Shalat Idul Adha di Dataran Engku Putri Batam Centre juga dihadiri Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan, Wakil Wali Kota Batam, Rudi, Kepala Badan Pengusahaan Batam Mustofa Widjaja, dan sejumlah pejabat utama di Kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau.

Setelah salat, Gubernur juga menyerahkan seekor sapi qurban pada Kepala Kantor Agama Kota Batam Zulkifli Aka sebagai panitia qurban tingkat Kota Batam.

Zulkifli Aka selanjutnya menyerahkan sapi tersebut pada imam Masjid Agung Kota Batam untuk disembelih dan dibagikan pada masyarakat muslim kurang mampu.

"Total hewan qurban di Batam mencapai 2.419 ekor. Terdiri dari 808 sapi dan 1.611 kambing yang bersal dari jamaah muslim di Batam serta bantuan dari Muslim Singapura dan Malaysia," kata Zulkifli. (ANTARA)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026