Polresta Barelang siagakan polsek antisipasi cuaca ekstrem

id cuaca ekstrem, batam dilanda angin, angin kencang, kota batam, polresta barelang, kepri

Polresta Barelang siagakan polsek antisipasi cuaca ekstrem

Personel Samapta Polresta Barelang mengatur arus lalu lintas dan mengantisipasi cuaca ekstrem di jalan bukit Vista, Kota Batam, Kepri, Sabtu (12/7/2025). ANTARA/HO-Polresta Barelang

Batam (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Barelang, Kepulauan Riau, menyiagakan seluruh polsek jajaran dan Satuan Samapta serta Satlantas untuk tanggap bencana mengantisipasi cuaca ekstrem, Sabtu.

Kapolresta Barelang Kombes Pol. Zaenal Abidin kepada ANTARA mengatakan hujan disertai angin yang melanda Kota Batam sejak subuh menyebabkan beberapa pohon tumbang di dua lokasi, yakni Nongsa dan Sei Beduk.

"Terdata dari jajaran polsek ada dua titik pohon tumbang, yaitu di jalan wilayah Sei Beduk dan Nongsa," kata Zaenal.

Perwira menengah Polri itu menyebut, jajarannya telah mengantisipasi kejadian tersebut dengan mengerahkan personel dari Samapta, Lantas, Polsek dan Polsek Sei Beduk turun langsung ke lokasi.

Personel turun mengatur arus lalu lintas dan mengevakuasi material pohon yang tumbang untuk kelancaran aktivitas masyarakat.

Dia menyebut, tidak ada korban jiwa ataupun kerugian materil yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem pagi tadi.

"Personel Polresta Barelang dan polsek jajaran siaga dan tanggap bencana," ujarnya.

Zaenal mengimbau kepada masyarakat Kota Batam, terutama yang berkendaraan kala hujan, agar melengkapi diri dengan keamanan, seperti helm, jas hujan dan payung.

"Apabila menemui atau melihat ada bencana akibat hujan, silahkan hubungi 110, bebas pulsa," ujarnya Zaenal.

Angin kencang melanda Kota Batam terjadi pukul 05.00 WIB, disertai dengan hujan, membuat atap berbunyi dan pohon-pohon berayun kencang, serta sejumlah jemuran warga yang dijemur di balkon atas berjatuhan diterbangkan angin.

Menurut prakirawan Stasiun Meteorologi BMKG Hang Nadim Batam, angin kencang merata terjadi di wilayah Batam dikarenakan adanya barisan awan cumulonimbus.


Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE