
Pemkot Batam Samarkan Menara Telekomunikasi

Batam (ANTARA Kepri) - Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau menyamarkan bentuk ratusan menara telekomunikasi yang tersebar di penjuru kota demi keindahan.
"Menara telekomunikasi akan dikamuflasekan dengan berbagai rancangan untuk estetika kota," kata Kepala Badan Informasi dan Komunikasi Kota Batam, Salim, di Batam, Selasa.
Pemerintah berencana untuk menyamarkan menara telekomunikasi dengan memasang lampu jalan, papan iklan, taman dan aksesoris lainnya.
Dengan penyamaran itu, menurut dia, menara telekomunikasi tidak lagi semerawut, malah justru mempercantik kota.
Selain itu, dengan penataan yang apik, maka diharapkan menara telekomunikasi tidak lagi membahayakan masyarakat yang berada di sekitarnya.
Berbagai desain penyamaran dipercaya akan mempercantik menara. Menara tidak akan tampak menjulang tinggi lagi.
"Nantinya menara akan dikamuflase dengan berbagai konsep bentuk menara seperti menyerupai bentuk pohon," kata dia.
Konsep menyamarkan menara kota, kata dia, telah dilakukan beberapa kota besar. Kota-kota itu umumnya menggunakan berbagai perlengkapan kota seperti lampu jalan dan lainnya untuk menyiasati keterbatasan lahan dari sisi struktur dan jarak dalam pembangunan menara baru.
Saat ini, pemerintah kota dalam tahap melakukan survei dan menyusun tata ruang menara telekomunikasi.
"Kami harap setelah site plan jadi tahun ini, di atas tahun 2013 program kamuflase dapat diterapkan," kata dia.
Kamuflase juga dilakukan kepada menara telekomunikasi yang berada di atas gedung.
Badan Informasi dan Telekomunikasi Kota Batam mencatat terdapat 426 menara telekomunikasi besar dan kecil yang tersebar di penjuru kota.
Menara komunikasi itu, di antaranya digunakan perusahaan-perusahaan telekomunikasi dalam memancarkan sinyalnya ke seluruh Kota Batam.
Umumnya, masing-masing perusahaan penyelia telekomunikasi memiliki menara sendiri. Sehingga jumlah menara di kota industri mencapai ratusan tiang hingga meresahkan masyarakat yang khawatir roboh. (ANTARA)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
