Logo Header Antaranews Kepri

Pemkab Karimun Anggarkan Rp2 Miliar untuk Drainase

Kamis, 8 November 2012 14:05 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA Kepri) - Pemerintah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau menganggarkan dana sekitar Rp2 miliar untuk penambahan dan perbaikan drainase atau gorong-gorong di tiga kecamatan Pulau Karimun Besar pada tahun anggaran 2013.

"Kami sudah meminta Dinas Pekerjaan Umum untuk menghitung besar anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan gorong-gorong di Pulau Karimun Besar. Kami perkirakan anggarannya sekitar Rp1,5 miliar hingga Rp2 miliar," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Karimun TS Arif Fadillah di Tanjung Balai Karimun, Kamis.

Arif Fadillah menjelaskan, anggaran sebesar itu sudah diusulkan dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA/PPAS) APBD 2013 yang sudah disahkan oleh DPRD Karimun pada Selasa (6/11).

Berdasarkan survei saat banjir yang melanda pada Senin (5/11), menurut dia, pembangunan drainase diusulkan pada lima, yaitu di Kelurahan Baran, Kecamatan Meral tepatnya di sekitar Gang Awang Noor, Kelurahan Darussalam dan Tebing di Kecamatan Tebing.

Kemudian di Jalan Pelipit Tanjung Balai Karimun, Jalan Poros dan Jalan A Yani di sekitar Mapolres Karimun.

"Di Jalan Poros kita akan membangun gorong-gorong baru yang mengarah ke sungai kecil di depan RSUD sehingga air bisa mengalir ke laut. Sedangkan lima titik lain berupa perbaikan dan pelebaran," jelasnya.

Dia mengakui, sebagian besar gorong-gorong di Pulau Karimun Besar sangat kecil sehingga memicu banjir akibat aliran air dari dataran tinggi ketika musim hujan.

"Kita akui ini suatu kelemahan dalam pembangunan sehingga menjadi bahan evaluasi bahwa drainase harus didahulukan setiap membangun jalan. Contohnya di Kecamatan Kundur tidak lagi kebanjiran separah tahun lalu setelah pengerukan drainase," ucapnya.

Banjir yang kerap terjadi di akhir tahun, menurut dia, juga akibat kondisi wilayah yang berbukit-bukit, aliran air dari dataran tinggi berkumpul di dataran rendah sementara drainase sangat kecil yang mengakibatkan banjir di pemukiman warga.

"Banjir di akhir tahun makin parah karena ketinggian pasang air laut meningkat sehingga air lambat menyusut," ucapnya.

Meski pemerintah daerah sudah mengusulkan anggaran untuk perbaikan drainase, Arif Fadillah berharap agar warga berperan aktif menjaga kebersihan drainase dari sampah sehingga tidak terjadi penyempitan.

"Warga masyarakat jangan menunggu pemerintah untuk membersihkan gorong-gorong di lingkungannya, tetapi memiliki kesadaran untuk bergotong-royong agar tidak menyempit karena dipenuhi dengan sampah," tambahnya.

Diberitakan, ratusan rumah di sejumlah kawasan di Pulau Karimun Besar banjir akibat tingginya curah hujan pada Senin (5/11) dinihari. Banjir tersebut juga mengakibatkan ratusan warga di Gang Awang Noor yang merupakan daerah terparah terkena banjir mengungsi karena rumah mereka kemasukan air. (ANTARA)

Editor: Farochah



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026