Logo Header Antaranews Kepri

Warga Diimbau Waspada DBD Selama Musim Hujan

Jumat, 9 November 2012 12:12 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA Kepri) - Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau mengimbau warga masyarakat agar mewaspadai penyakit demam berdarah dengue (DBD) selama musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga akhir tahun.

"Warga kami imbau untuk waspada terhadap wabah DBD yang biasanya meningkat pada musim hujan di akhir tahun," kata Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Sensissiana, di Tanjung Balai Karimun, Jumat.

Sensissiana mengatakan, kasus demam berdarah biasanya meningkat tajam pada musim hujan setiap akhir tahun akibat membiaknya nyamuk "aedes aegipty" pada wadah-wadah yang dapat menampung air hujan.

"Kunci pencegahan penyakit musim hujan adalah kesadaran warga untuk menjaga kebersihan lingkungannya dari sampah dan kaleng atau wadah-wadah bekas," katanya.

Dia mengimbau warga masyarakat menggencarkan gerakan 3M Plus, yaitu menguras, mengubur, menutup dan menabur bubuk abate pada wadah-wadah sebagai cara yang efektif mencegah menularnya DBD.

Sedangkan kegiatan pengasapan atau 'fogging', kata dia, baru dilakukan jika ditemukan pasien positif DBD.

"Pulau Karimun Besar daerah endemis, setiap tahun selalu ada kasus DBD. Karena itu, kami berharap warga berperan aktif menekan kasus DBD," tuturnya.

Berdasarkan data tahun lalu, pasien DBD mencapai 117 kasus, turun dibandingkan 2010 sebanyak 147 kasus. Sedangkan untuk periode Januari hingga September 2012 kembali turun menjadi 49 kasus.

"Untuk jumlah kasus selama Oktober hingga sekarang laporannya belum kami terima datanya," ucapnya.

Mengenai informasi satu kasus DBD di Pelipit Tanjung Balai Karimun baru-baru ini, Sensissiana mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan ke puskesmas Tanjung Balai Karimun.

"Kami belum tahu kalau ada kasus DBD di Pelipit, nanti kami cek di puskesmas," katanya.

Selain DBD, warga juga diimbau untuk mewaspadai penyakit malaria, diare dan muntaber.

"Penyakit diare dan muntaber rentan di musim hujan akibat mengonsumsi makanan atau minuman yang kurang bersih," ujarnya. (ANTARA)

Editor: Kaswir



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026