Logo Header Antaranews Kepri

Disdamkarmat Natuna padamkan kebakaran hutan seluas 30 hektare

Minggu, 20 Juli 2025 13:59 WIB
Image Print
Petugas memadamkan api yang membakar hutan dan lahan di Kecamatan Bunguran Selatan, Sabtu (19/7/2025) sore. ANTARA/HO-Disdamkarmat Natuna

Natuna (ANTARA) - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 30 hektare di Kecamatan Bunguran Selatan.

Kepala Seksi Sarana, Prasarana, Pengolahan Data dan Informasi Disdamkarmat Natuna Nurhakim, dikonfirmasi dari Natuna, Ahad, mengatakan kebakaran terjadi pada Sabtu (19/7) sore hingga malam. Penyebab kebakaran belum diketahui.

"Lokasi kebakaran berada di Tanjung Sagu, Cemaga. Kami menerima laporan pada pukul 17.09 WIB dan armada (tim dan kendaraan pemadam) langsung diberangkatkan dua menit kemudian, tepatnya pukul 17.11 WIB," ucap dia.

Ia mengatakan meski tidak ada korban jiwa, jauhnya lokasi dari markas yang memerlukan waktu tempuh sekitar 40 menit membuat penanganan lambat dilakukan, akibatnya api cepat menyebar dan membesar, sehingga menyulitkan proses pemadaman

"Pemadaman kami mulai pada pukul 17.50 WIB dan berhasil kami tuntaskan pada pukul 20.11 WIB," kata dia.

Setelah tim kembali ke markas, pihaknya menerima informasi bahwa api kembali muncul di lokasi yang sama. Tim dikerahkan kembali bersama unsur terkait lainnya untuk melakukan pemadaman lanjutan.

Namun, karena lokasi titik api yang berada jauh dari jalan utama, membuat upaya pemadaman tidak dapat dilakukan secara maksimal karena keterbatasan sarana dan prasarana.

"Dari laporan pertama, area yang terbakar dihitung sekitar 30 hektare. Tapi karena api kembali menyala, diperkirakan luas lahan yang terbakar menjadi lebih dari 30 hektare," ujar dia.

Pihaknya tidak bermaksud mengabaikan tugas, namun keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama.

Ia berharap, ke depan peralatan dan armada pemadam dapat ditingkatkan agar dapat menjangkau wilayah rawan karhutla dengan lebih efektif, khususnya di daerah-daerah yang sulit diakses.

"Pada pemadaman pertama saja kami menggunakan lima hingga tujuh gulungan selang, masing-masing sepanjang 20 meter. Kalau ditambah lagi, tekanannya akan menurun dan justru membahayakan keselamatan petugas di lapangan," katanya.



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026