
Perairan Pulau Rukan Karimun Rawan Pencurian

Karimun (ANTARA Kepri) - Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Tanjung Balai Karimun Letkol Laut (P) Sawa mengatakan, perairan sekitar Pulau Rukan Besar dan Rukan Kecil di Kecamatan Durai memerlukan pengawasan intensif karena rawan tindak kejahatan pencurian dan perompakan.
"Perairan Rukan Besar dan Rukan Kecil menjadi konsen jajaran Lanal bersama Polres Karimun karena kami sering menerima laporan tindak kejahatan pencurian, baik melalui nelayan maupun informasi yang saya terima langsung dari anggota," katanya di Tanjung Balai Karimun, Sabtu.
Letkol Sawa mengatakan, intensitas tindak kejahatan pencurian di perairan tersebut cukup tinggi yang biasanya menyasar jaring nelayan yang ditebar di laut. Kemudian, kejahatan perampokan terhadap kapal-kapal yang melintas di perairan tersebut.
"Angkanya tidak hafal. Namun, pekan ini kami mengamankan empat kawanan pencuri jaring nelayan. Mereka tertangkap setelah boat pancung (kapal motor kecil) yang mereka gunakan tenggelam karena cuaca buruk. Dan, mereka sempat pula mengelabui petugas dengan cara mengaku telah dirampok," katanya.
Dia mengatakan, telah memerintahkan jajarannya mulai dari Pos Pengamat Pembantu (Posmattu), Pos Angkatan Laut (Posal) dan Patroli Keamanan Laut (Patkamla) untuk melakukan penyelidikan dan pengawasan lebih intensif di perairan tersebut.
"Posmattu Durai dan Posal Moro yang berdekatan dengan perairan diharapkan meningkatkan patroli sehingga perairan tersebut aman bagi nelayan maupun kapal-kapal yang melintas," ucapnya.
Menurut dia, bantuan dari masyarakat untuk menginformasikan berbagai kejahatan di wilayah hukum Lanal Karimun sangat diharapkan mengingat personel TNI AL sangat terbatas.
"Bantuan dari masyarakat termasuk juga kawan-kawan media sangat kami harapkan untuk melapor jika mendapat informasi tindak kejahatan di sana," ucapnya.
Mengenai kekuatan personel, Danlanal mengatakan saat ini memiliki 118 personel yang bertugas di Makolanal maupun di 7 Posmattu, yaitu Posmattu Sungai Guntung, Durai, Tanjungbatu Kundur, Buru, Selat Beliah Kundur Barat, Penyalai dan Posmattu Meral. Kemudian, 3 PosaL yaitu Posal Takong Hiu, Leho dan Posal Moro.
Sedangkan jumlah kapal patroli, kata dia lagi terdapat sekitar 7 unit yang berpatroli di sejumlah titik rawan hingga perbatasan Singapura, Malaysia dan Selat Malaka.
"Keberadaan personel itu menjadi mata telinga kami dalam menjalankan tugas pokok sehari-hari, namun jumlah tersebut masih kurang. Idealnya sebanyak 164 untuk mengawasi berbagai tindak kejahatan di perairan Karimun yang cukup luas. Apalagi di perairan Pulau Rukan yang jaraknya cukup jauh dari Makolanal," tambahnya. (ANTARA)
Editor: Sri Muryono
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
